Menuju konten
Hadiri Acara Kumpul Keluarga Kabinet Kerja

Presiden dan Para Menteri Kabinet Kerja Galang Donasi untuk Penyintas Gempa Banten

Presiden dan Para Menteri Kabinet Kerja Galang Donasi untuk Penyintas Gempa Banten

Presiden Joko Widodo saat memberikan keterangan kepada jurnalis di sela acara kumpul keluarga Kabinet Kerja di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Minggu, 4 Agustus 2019. Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr

Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo menghadiri acara kumpul keluarga bersama para menteri dan mantan menteri Kabinet Kerja. Dalam acara yang digelar di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Minggu, 4 Agustus 2019 itu, Presiden dan para menteri menggalang donasi sebagai bentuk solidaritas untuk para penyintas gempa Banten yang terjadi kemarin.

“Tadi kan sudah disampaikan Pak Mensesneg. Alhamdulillah di lapangan yang terjadi tidak seperti yang kita bayangkan. Tetapi apapun, tetap memerlukan penanganan yang cepat, penanganan yang baik. Nanti kita sedikit-sedikit lah ikut nyumbang ya, sebagai pribadi,” ujar Presiden kepada para jurnalis.

Dalam acara yang mengangkat tema “Solidaritas Tanpa Batas” itu, Menteri Sekretaris Negara Pratikno menjelaskan, bahwa solidaritas itu tidak hanya antara anggota Kabinet Kerja, tetapi juga dengan seluruh rakyat Indonesia. Terutama, sebagai bentuk solidaritas bagi masyarakat yang terdampak gempa.

“Untuk itu, saya mengajak bapak ibu sekalian untuk berdoa semoga saudara-saudara kita yang sedang terkena musibah tidak mengalami penderitaan dan kita bersama-sama untuk segera membantu mereka dengan secepat-cepatnya. Marilah kita berdoa dengan mengheningkan cipta,” kata Mensesneg.

Sebelumnya, dikabarkan juga bahwa Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyebut gempa dengan magnitudo 9.0 yang terjadi di selatan Jawa sekitar 400 tahun lalu berpotensi terulang. Terkait hal tersebut, Kepala Negara sudah memerintahkan jajarannya untuk mempersiapkan langkah-langkah agar masyarakat siap jika harus ada proses evakuasi.

“Ya itu kan namanya ada potensi, dan yang namanya gempa bumi itu tidak bisa dihitung dan diperkirakan terutama waktunya. Oleh sebab itu saya sudah perintahkan kepada BNPB, kepada Menko, untuk mempersiapkan masyarakat, terutama proses-proses evakuasi dan sudah kita lakukan kan,” imbuh Kepala Negara.

Pendidikan kebencanaan di sekolah-sekolah dan di masyarakat secara umum juga terus dilakukan oleh pemerintah. Presiden melihat sudah ada lompatan perbaikan dalam proses evakuasi saat gempa 6.9 magnitudo terjadi di Sumur, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, kemarin malam. Ia pun mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan waspada.

“Sekarang kayak di sekolah-sekolah, di masyarakat, mulai kita mengedukasi. Dan kemarin waktu di Banten itu kita melihat sudah ada sebuah lompatan perbaikan yang baik proses-proses evakuasi itu. Tapi bahwa kepanikan ada itu iya, namanya gempa di mana pun pasti menyebabkan masyarakat panik. Yang paling penting, terus dilakukan edukasi mengenai kebencanaan, terutama gempa bumi yang sulit diprediksi, sulit dihitung, dan kedua selalu tetap kita waspada,” tandasnya.

(BPMI Setpres)