Menuju konten

Dialog Presiden Republik Indonesia Dengan Perwakilan Siswa Sekolah Dasar Kabupaten Jayapura Dan Asmat

Presiden RI:
Kita ketemu bulan apa? Maret, ya? Iya, saat di…saat di ini banjir ya? Iya. Kita ketemunya kan, bulan Maret pas ada banjir di Sentani. Benar, ingat? Iya, terus saat itu saya janji, “Anak-anak nanti saya ajak ke Jakarta,” Benar, ya?

Siswa-Siswa SD Papua:
Benar.

Presiden RI:
Betul, sekarang sudah sampai di Jakarta. Iya, anak-anak pengin ke mana setelah ke Istana, pengin ke mana?

Siswa-Siswa SD Papua:
Monas!

Presiden RI:
Monas? Itu, di depan Istana, jalan kaki lima menit dari sini nanti ke Monas, ya. Ke Monas, terus mau ke mana lagi?

Siswa-Siswa SD Papua:
Kereta.

Presiden RI:
Hmm?

Siswa-Siswa SD Papua:
Kereta!

Presiden RI:
Oh, naik kereta yang bawah tanah. MRT ya? Naik kereta bawah tanah. Terus pengin apa lagi?

Siswa-Siswa SD Papua:
Stadion.

Presiden RI:
Hmm?

Siswa-Siswa SD Papua:
Stadion!

Presiden RI:
Stadion? Stadion GBK Bung Karno? Ya boleh. Ke mana lagi, mau ke mana? Yang main-main?

Siswa-Siswa SD Papua:
Ke Ancol.

Presiden RI:
Ke Ancol? Oh, ke Dufan (Dunia Fantasi), ke Dufan mau? Ya nanti diantar ke Dufan, Ancol. Mau mana lagi?

Siswa-Siswa SD Papua:
Taman Mini Indonesia.

Presiden RI:
Taman Mini Indonesia, mau ke sana? Oh boleh, nanti diantar ke Taman Mini Indonesia, ya.

Anak-anak ada yang mau disampaikan, apa?

Ya. Begini, yang penting gini. Dulu, Pak Presiden, ya kan bulan Maret janji anak-anak yang ini kan, waktu itu banjir di Sentani, kan? Bapak waktu ke lapangan, ketemu, terus janji akan mengundang ke Jakarta.

Yang penting satu, janjinya Pak Presiden sudah ditepati. Benar?

Siswa-Siswa SD Papua:
Benar.

Presiden RI:
Nah, sudah. Sekarang anak-anak mau apa? Sudah. Mau nyanyi, ada yang mau nyanyi? Apa ada yang mau nari? Atau mau apa? Hmm?

Siswa-Siswa SD Papua:
Nyanyi.

Presiden RI:
Nyanyi? Mau ada yang nyanyi? Boleh nyanyi, sudah. Mana yang mau nyanyi?

Nah, dari Asmat? Ada yang dari Asmat? Ada? Mana yang dari Asmat?

Oh, dari…eh, Jokowi enggak ikut, ya? Yang di Asmat itu ada yang namanya Jokowi lho. Ada? Enggak ikut? Oh, tapi masih kecil itu ya. Iya, nanti kalau sudah gede, saya undang.

Ya, siapa yang mau nyanyi, mau nari, silakan ayo. Boleh, nyanyi boleh, nari boleh. Ya, boleh. Ke depan sini aja, di sana. Sana, agak depan sana. Depan sana.

Ini yang Asmat ini berangkat dari Asmat hari apa itu?

Guru Pendamping:
Hari Rabu.

Presiden RI:
Pesawat?

Guru Pendamping:
Hari Rabu, naik….

Presiden RI:
Oh Rabu, dari Asmat ke Jayapura?

Guru Pendamping:
Ke Timika.

Presiden RI:
Oh, dari Asmat ke Timika. Timika langsung ke sini?

Guru Pendamping:
Timika satu malam lalu naik….

Presiden RI:
Timika satu malam. Terus?

Guru Pendamping:
Kamisnya berangkat dari Timika ke Makassar….

Presiden RI:
Oh, Timika ke Makassar.

Guru Pendamping:
…langsung Jakarta.

Presiden RI:
Aduh, jauh banget.

Ya sudah, ngehadapnya ke sana, itu biar dilihat. Ngehadap sana, enggak apa-apa. Sini, agak-agak sana enggak apa-apa. Agak sana, ya boleh.

Guru Pendamping:
Siapa kita?

Siswa-Siswa SD Negeri Inpres Mbait dan SD YPPK Agats (SD Asmat):
Asmat!

Guru Pendamping:
Siapa kita?

Siswa-Siswa SD Asmat:
Asmat!

Guru Pendamping:
Asmat?

Siswa-Siswa SD Asmat:
Papua!

Guru Pendamping:
Papua?

Siswa-Siswa SD Asmat:
Indonesia!

Guru Pendamping:
Indonesia?

Siswa-Siswa SD Asmat:
Luar biasa!

(dilanjutkan dengan menyanyi dengan diiringi lagu)

Guru Pendamping:
Terima kasih.

Presiden RI:
Oh, ini mau apa? Oh, mau nyanyi juga? Oh, ya sudah nyanyi sana.

Siswa-Siswa SD Asmat:
Bapak, ini…. (sembari menyerahkan cenderamata)

Presiden RI:
Ini apa ini?

Siswa-Siswa SD Asmat:
Karya kami untuk Bapak.

Presiden RI:
Oh, ini dari Asmat, ya?

Guru Pendamping:
Iya.

Presiden RI:
Iya.

Fernando Enrico Suebu (Perwakilan Siswa SD Negeri Inpres Kemiri, Sentani):
Pak Presiden…

Presiden RI:
He-eh, apa?

Fernando Enrico Suebu:
Saya ingin menyampaikan sesuatu. Atas nama keluarga besar SD Inpres Kemiri.

Presiden RI:
SD Inpres?

Fernando Enrico Suebu:
Kemiri.

Presiden RI:
Oh, SD Inpres Kemiri yang kena banjir dulu? SD Inpres, SD Inpres Kemiri yang kena banjir dulu, kan? Kenapa?

Fernando Enrico Suebu:
Kami berterima kasih karena Pak Presiden sudah mengundang kami ke Jakarta. Sekarang kami bisa tiba dan melihat Jakarta. Dan kami juga berterima kasih, karena Pak Presiden, sekolah kami sekarang bisa dibangun kembali

Presiden RI:
Sudah dipakai?

Fernando Enrico Suebu:
Sudah.

Presiden RI:
Iya.

Fernando Enrico Suebu:
Dan pesan-pesan dari warga-warga yang masih tinggal di penampungan memohon supaya rumah yang dibangun bisa cepat selesai.

Presiden RI:
Iya. Nanti, nanti saya lihat. Kalau Pak Presiden nanti ke Papua, saya lihat. Saya ke Sentani, saya mau ke Wamena, ya.

Fernando Enrico Suebu:
Terima kasih, Bapak Presiden.

Presiden RI:
Ya, sama-sama. Oke, belajar yang baik.

Ya, apa itu? (sembari menerima pemberian cenderamata)

Siswa-Siswa SDN Inpres Kemiri:
Cenderamata dari kami.

Presiden RI:
Ini apa lagi ini?

Siswa-Siswa SDN Inpres Kemiri:
Lukisan, cenderamata.

Presiden RI:
Apa ini?

Siswa-Siswa SDN Inpres Kemiri:
Cenderamata, cenderamata….

Presiden RI:
Oh, iya. Terima kasih anak-anak ya. Terima kasih. Ya, sudah. Sini, sini, agak sini. Nah, sini. Sini juga biar kelihatan dari sana. Nah, sudah.

Anak-anak ada yang ingin disampaikan lagi? Apa? Sudah?

Ini pulangnya kapan? Di sini lama saja ya, enggak apa-apa ya? Senang?

Siswa-Siswa SD Papua:
Senang!

Presiden RI:
Ya, tapi enggak sekolah dong. Anak-anak kan sekolah semuanya.

Jadi, anu ya, SD Inpres Kemiri sudah selesai ya? Sudah dipakai ya?

Siswa-Siswa SD Inpres Kemiri:
Sudah.

Presiden RI:
Ini anak-anak yang paling kecil siapa sih ini? Yang kelas berapa ini?

Siswa-Siswa SD Papua:
Drey!

Presiden RI:
Mana? Kelas berapa? Siapa ini? Namanya siapa? Drey? Drey kelas berapa?

Drey Yom:
Kelas 1.

Presiden RI:
Kelas 1 SD? Jangan nangis lho ya di Jakarta, ya. Jangan cari mamanya, papanya. Enggak nangis, kan? Enggak?

Ya, oke. Kelas 1, ya. Kalau yang anu, ini yang SD apa…kelas 6 ada, mana?

Guru Pendamping:
Kelas 6 sudah SMP, Pak.

Presiden RI:
Oh, ini sudah SMP, kelas 6 naik. Kemarin SD, ini sudah masuk.

Yang kelas 5, ada? Kelas 5, kelas 5, kelas 5 oke. Ini kelas 5, kelas 5, kelas 5, kelas 5, ya.

Kelas 5, tiga kali tiga berapa?

Siswa-Siswa Kelas 5 SD Papua:
Tiga kali tiga, sembilan.

Presiden RI:
Sembilan, oh iya sudah tes, benar berarti, sudah pintar.

Kalau yang kelas 3 ada? Ada? kelas 3 ini? kelas 3, ini kelas 3? Ya, kelas 3.

Kelas 3 ya, lima ditambah lima berapa?

Siswa-Siswa Kelas 3 SD Papua:
Lima ditambah lima, sepuluh.

Presiden RI:
Sepuluh, pintar. Sudah, semuanya pintar-pintar sudah.

Ada yang kelas 2? Kelas 2? Ini kelas 2 juga?
Kelas 2, empat ditambah empat berapa?

Siswa-Siswa Kelas 2 SD Papua:
Delapan.

Presiden RI:
Delapan, pintar, sudah. Ini pintar-pintar, sudah.

Anak-anak ada yang mau tanya, apa? Ini cita-citanya mau jadi apa? Jadi pastur? Ya, baik. Cita-citanya mau jadi apa? Pendeta? Ya. Ini cita-cita mau apa? Mau jadi apa?

Siswa SD Papua:
Pilot.

Presiden RI:
Jadi Pilot? Boleh.
Ini, cita-cita mau jadi apa?

Siswa SD Papua:
Kowad.

Presiden RI:
Ha? Kowad (Korps Wanita TNI Angkatan Darat)? Kowad? Iya, Kowad. Ya. Ini, cita-cita mau apa? Jadi apa?

Siswa SD Papua:
Jadi tentara.

Presiden RI:
Jadi tentara, oke, oke, oke jadi tentara.
Ini, jadi apa?

Siswa SD Papua:
Polisi.

Presiden RI:
Polisi.
Ini tadi, jadi apa?

Siswa SD Papua:
Jadi tentara.

Presiden RI:
Jadi tentara, jadi polisi, jadi kowad, oke. Jadi pendeta, jadi pastur.
Hmm, hmm, hmm, ya.

Anak-anak tadi pagi sudah makan?

Siswa-Siswa SD Papua:
Sudah.

Presiden RI:
Jam berapa tadi makan?

Siswa-Siswa SD Papua:
Jam 6.

Presiden RI:
Jam 6 sudah makan tadi, ya.

Siswa-Siswa SD Papua:
Jam 7.

Presiden RI:
Hmm? Jam 7? Jam 6, jam 7, ya oke lah. Ada yang masih ngantuk sekarang?

Siswa-Siswa SD Papua:
Enggak.

Presiden RI:
Enggak, ya. Karena nanti setelah dari sini, nanti muter lo, ya. Nanti naik kereta bawah tanah, ke Monas tadi, ya. Terus nanti diajak muter ke tempat lain. Ke Gelora Bung Karno, mana lagi tadi maunya? ke Ancol, Dufan, ke Taman Mini, muter terus, ya.

Sudah ya, ada yang ditanya ke Pak Presiden? Ada enggak? Kalau ada….Ada?

Siswa-Siswa SD Papua:
Pak Presiden, Pak RT kirim salam.

Presiden RI:
Oh, Pak RT kirim salam? Oh, iya salam kembali ke Pak RT. Ya, oke. Pak RT kirim salam, oke. Nanti sampaikan ya, ke Pak RT ya. Ya, ya oke.

Ya kita ke dalam, kita makan ya, sama Pak Presiden ya.

Ini hari ini katanya ada Solideo Fernandus. Hmm? Solideo, Solideo Fernandus. Ada yang ulang tahun, ya? Oh, oke. Ini saya beri foto ini. Selamat ulang tahun ke-13, Solideo Fernandus. Selamat, ya! Belajar yang baik.

Tadi cita-cita jadi apa tadi?

Solideo Adolof Fernandus:
Tentara.

Presiden RI:
Tentara, ya sudah, oke. Oh, mau nari? Ada yang mau nari? Ayo, nari. Di depan sana, kalau mau nari, ayo. Nari, enggak? Kalau enggak nari, ya sudah. Kalau nari, silakan nari.