Menuju konten

Dialog Presiden Republik Indonesia Dengan Siswa-Siswi SMK Seusai Menyaksikan Pentas #PrestasiTanpaKorupsi

Presiden RI:
Anak-anak ada yang ingin tanya? Ada? Mana? Tapi jangan minta sepeda ya.
Silakan, mana dulu? Ini ada, ini ada, ini ada. Ya, boleh. Oke, ya.

MC:
Boleh maju ke depan. Sebutkan nama, dari sekolah mana, baru pertanyaan.

Presiden RI:
Nih, tambah satu lagi, coba yang laki-laki, mana. Ya, boleh, maju sekalian. Ini kalau sekolah memang pakai ini, ya? Jaket almamater, ya? (Iya!) Setiap hari? (Setiap Senin!) Hari senin? Bagus jaketnya. Enggak, serius, benar. Ini SMKN? (57!) 57, hmm…ya, silakan, nama dulu. Sudah.  

Aisyah Aulia:
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Hadirin dan peserta:
Wa’alaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh.  

Aisyah Aulia:
Perkenalkan, nama saya Aisyah Aulia dari SMKN 57 Jakarta dan saya dari Jurusan Tata Boga.

Presiden RI:
Jurusan Tata Boga, apa itu Tata Boga?

Aisyah Aulia:
Masak, Pak.

Presiden RI:
Ya yang masak-masak itu ngapain? Diajari apa? Tata Boga itu diajari apa saja?

Aisyah Aulia:
Tata Boga itu diajari masak yang pasti, juga kita diajari kewirausahaan.

Presiden RI:
Apa itu?

Aisyah Aulia:
Kewirausahaan adalah suatu pelajaran yang mempelajari bagaimana kita bisa berusaha di bidang boga.  

Presiden RI:
Oh, begitu, oke.

Aisyah Aulia:
Oke, selain itu, mungkin saya mau nanya tentang….

Presiden RI:
Sebentar.
Tadi namanya?

Aisyah Aulia:
Aisyah Aulia.

Presiden RI:
Panggilannya Aulia atau Aisyah?

Aisyah Aulia:
Bapak suka yang mana? Aisyah?

Presiden RI:
Panggilannya?

Aisyah Aulia:
Aisyah.

Presiden RI:
Aisyah, kok suka yang mana. Ya, sekarang silakan Aulia tanya apa?

Aisyah Aulia:
Sebelumnya, terima kasih sekali Pak, ini suatu kehormatan bagi saya.

Presiden RI:
Ya.

Aisyah Aulia:
Dan saya mau mengapresiasi juga kepada Bapak dan Menteri-Menteri bisa me-….

Presiden RI:
Me- apa?

Aisyah Aulia:
Bisa meluangkan waktu untuk kami, siswa-siswi yang… belajar di sini, Pak.

Presiden RI:
Apa?

Aisyah Aulia:
Ini adalah inovasi yang sangat jempol, tokcer. bahkan, ini barangkali yang pertama kali di Indonesia ya.

Saya boleh memanggil Pakde Jokowi, ya? Pak Jokowi saja ya? Saya cari aman.

Presiden RI:
Pakde dapat Paklik-mu kapan? Terus, oke, silakan.

Aisyah Aulia:
Ya Pakde Jokowi, punten sebelumnya. Saya ingin bertanya, Pak.

Presiden RI:
Silakan.

Aisyah Aulia:
Korupsi ini kan, sebenarnya bukan tanggung jawab pemerintah saja untuk mengatasinya. Kita semuanya tuh, sebenarnya bertanggung jawab atas…ya, perilaku korupsi. Terima kasih, Mas Bedu. Jadi Pak, saya menjadi siswa, saya ingin bertanya, apa yang bisa saya bantu untuk menyukseskan program pemerintah, jikalau ada, untuk mencegah korupsi ini sejak dini di pendidikan sekolah?

Presiden RI:
Hmm…sudah?

Aisyah Aulia:
Ya, itu saja, Pak.

Presiden RI:
Ya ini, jadi kesadaran kita, kesadaran kita akan antikorupsi itu harus muncul sejak dini, sejak dini. Bukan pas kita belajar di SMK, bukan pas kita belajar di SMP, bukan pas kita belajar di SD, sejak dini, harus mulai ditumbuhkan kesadaran itu. Jadi kalau ada teman-teman-teman kita, lingkungan kita, keluarga kita, melakukan hal-hal yang berkaitan tadi, yang di depan sudah saya sampaikan, korupsi, kolusi, nepotisme, diingatkan. “Hei, itu salah! Ini tidak benar!”, diingatkan baik-baik, menjadi kewajiban kita bersama, untuk hal-hal yang kecil tadi, uang Pensi, uang kas, diingatkan.

Jangan sampai itu nanti menjadi kebiasaan, kebiasaan, kebiasaan. Pas SD mungkin uang kasnya kecil. Pas SMP uang kasnya agak gede. Pas SMK uang kasnya sudah lumayan gede. Hati-hati ini uang milik bersama. Jadi mengingatkan, menyadarkan pada teman-teman kita apabila ada hal-hal kecil yang ingin dilakukan. Jadi sebelum dilakukan, ya diingatkan. Memberikan kesadaran akan antikorupsi itu yang harus kita lakukan bersama-sama, anak-anak semuanya, para guru semuanya, masyarakat semuanya. Tidak hanya urusan pemerintah saja. Bukan hanya urusan KPK saja. Urusan kita semuanya. Setuju? (Setuju!).

Begitu, Aulia.

Aisyah Aulia:
Iya Pakde, eh…siap, terima kasih ya Pakde.

Presiden RI:
Iya…sudah, iya.

Harley Firmansyah:
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh….

Presiden RI:
Belum disuruh kok sudah…silakan disampaikan nama, kelas berapa. Diulang.

Harley Firmansyah:
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Nama saya Harley Firmansyah dari kelas 12 Tata Boga juga….

Presiden RI:
Tata Boga.

Harley Firmansyah:
…dari SMKN 57 Jakarta.

Presiden RI:
SMK? Oh, dari sini, ya. Namanya tadi siapa panggilannya?

Harley Firmansyah:
Harley Pak.

Presiden RI:
Harley? Pak Erick Thohir tertawa. Ya, karena ada kasus itu.

Ya, Harley silakan. Sebentar, tadi apa, Tata Boga? Diajari apa saja, masak apa?

Harley Firmansyah:
Ya, masak masakan Indonesia Pak.

Presiden RI:
Apa, apa?

Harley Firmansyah:
Nasi tumpeng….

Presiden RI:
Nasi tumpeng?

Harley Firmansyah:
Iya, nasi tumpeng.

Presiden RI:

Terus?

Harley Firmansyah:
Semur.

Presiden RI:
Semur….

Harley Firmansyah:
Gudeg.

Presiden RI:
Gudeg….

Harley Firmansyah:
Ayam taliwang, Pak.

Presiden RI:
Ayam taliwang….

Harley Firmansyah:
He’eh, terus…ayam betutu.

Presiden RI:
Ayam betutu. Ayam taliwang, masaknya gimana? Bumbunya apa, masaknya gimana?

Harley Firmansyah:
Ayam taliwang itu pakai bumbu dasar merah, Pak. Dia pakai bawang putih, bawang merah, cabai merah, tomat, terus kemiri, ketumbar. Itu dihalusin semua sampai halus. Habis itu dilumurin ke ayamnya Pak.

Presiden RI:
Dilumurin ke ayam, terus?

Harley Firmansyah:
Bumbunya dilumurin ke ayamnya.

Presiden RI:
Oke, terus?

Harley Firmansyah:
Habis itu, kita panggang Pak ayamnya, Pak.

Presiden RI:
Panggang? Di apa itu, dipanggangnya di apa?

Harley Firmansyah:
Kalau kita pakainya oven, Pak.

Presiden RI:
Di oven, bukan di-arang ya? Di oven. Terus?

Harley Firmansyah:
Ya, di oven. Kalau di arang lama Pak.

Presiden RI:
Oke. Terus jadi?

Harley Firmansyah:
Iya, jadi. Terus, biasanya pakai tambahan jeruk nipis lagi Pak nanti.

Presiden RI:
Diperas jeruk nipisnya? Terus, sudah?

Harley Firmansyah:
Iya, terus pakai nasi panas. Di Indonesia pakai nasi, kan. Kalau enggak pakai nasi enggak kenyang.

Presiden RI:
Jadi, pakai nasi (dan) ayam. Ayam taliwang, ayam taliwang itu biasanya ada tambahan lagi lo, sayurnya apa itu? Kangkung, plecing kangkung. Benar ya? Ya, sudah.

Ya, sudah. Silakan tanya, apa?

Harley Firmansyah:
Mengapa negara kita, mengatasi para koruptor itu tidak terlalu tegas begitu, Pak. Maksudnya, mengapa kita tidak berani mengambil tindakan kayak di negara-negara yang maju, seperti ada hukuman mati dan lain-lainnya? Para koruptor itu selalu merugikan negara tetapi (dihukum) hanya 15 tahun, 20 tahun. Mengapa kita tidak mengambil hukuman yang sangat tegas, kayak hukuman mati atau yang lainnya, begitu Pak? 

Terima kasih.

Presiden RI:
Ya, kalau undang-undangnya (UU) memang ada bahwa yang koruptor, yang korupsi itu dihukum mati, akan dilakukan. Karena UU-nya enggak ada. Di undang-undang itu tidak ada bahwa yang korupsi itu dihukum mati.

Betul Pak Menteri Hukum dan HAM?

Korupsi untuk hal yang berkaitan dengan bencana alam, dimungkinkan dihukum mati. Tapi selain itu, tidak.

Jadi begini, kalau ada bencana alam misalnya gempa, ya, gempa di misalnya dulu di, tsunami di Aceh atau gempa di NTB. Kita kan ada anggaran untuk penanggulangan bencana itu. Bawa ke sana duitnya, nah duit itu dikorupsi. Itu bisa di- ancamannya, tapi sampai sekarang kan, belum pernah ada. Ancamannya bisa hukuman mati.

Tapi di luar bencana memang di UU kita belum ada. Yang sudah ada saja belum pernah diputuskan hukuman mati, itu belum pernah untuk korupsi.

Jadi memang, UU-nya yang belum ada. UU-nya ada pun, belum tentu juga diberikan ancaman hukuman mati.  Sudah?

Harley Firmansyah:
Sudah Pak, terima kasih.

Presiden RI:
Ya, tetapi apa pun yang namanya korupsi, baik yang untuk bencana, baik yang besar, baik yang sedang, baik yang kecil, itu sama saja. Namanya juga korupsi, tidak boleh! Tidak!

Memang pemerintah sekarang ini dalam proses membangun sebuah sistem, membuat pagar-pagar agar pejabat-pejabat yang ada itu tidak bisa melakukan korupsi. Membangun sistem, yang dibangun adalah sistemnya, agar baik semuanya. Agar pagarnya ini bisa menghilangkan korupsi yang ada di negara kita. Tapi apa pun, memang, semuanya memerlukan proses. Negara-negara lain pun juga memerlukan proses. Ini bukan barang yang gampang untuk ditangani tetapi yakinlah bahwa kita semuanya: pemerintah, KPK, semuanya akan terus berupaya untuk mengurangi, menghilangkan korupsi di negara kita. Saya rasa itu.

Nggih, terima kasih. Terima kasih.

Ya, ini, ini, ini ada, ini ada, ada. Tadi enggak diberi sepeda tetapi ini lebih bagus dari sepeda. Ini, diberi foto. Ini meskipun tadi baru 5 menit di sini, fotonya sudah jadi. Namanya kerja cepat ya seperti ini. Ya, ya, silakan.

MC:
Terima kasih Aulia dan Harley. Terima kasih kepada Bapak Presiden Republik Indonesia, Bapak Ir.H. Joko Widodo.