Menuju konten

Keterangan Pers Presiden Republik Indonesia mengenai Wafatnya Kiai Haji Maimun Zubair

Wartawan:
Terkait kabar Mbah Moen?

Presiden RI:
Innalillahi wa inna ilaihi rajiun,
Innalillahi wa inna ilaihi rajiun,
Innalillahi wa inna ilaihi rajiun.

Telah berpulang ke hadirat Allah SWT Kiai Haji Maimun Zubair di Mekkah tadi pagi.

Kita tahu bahwa beliau adalah kiai karismatik, kiai yang selalu jadi rujukan-rujukan bagi umat Islam terutama dalam hal fikih dan beliau juga sangat gigih dalam menyampaikan masalah NKRI harga mati. Oleh sebab itu, kita sangat kehilangan, dan atas nama pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia kita semua ikut berbelasungkawa atas wafatnya beliau. Semoga bisa diterima di tempat yang terbaik, di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan keikhlasan.

Wartawan:
Sudah memerintahkan pihak KBRI atau pihak terkait di sana Pak, untuk proses pemakaman?

Presiden RI:
Iya, sudah. Tapi saya masih belum mendapatkan progress yang terbaru. Sudah tadi pagi.

Wartawan:
Ada yang berkesan dari almarhum?

Presiden RI:
Saya ke rumah beliau di Pondok Pesantren Al-Anwar di Sarang, itu sudah berapa kali? Sudah dua kali, dan pas ke sana pasti diajak masuk ke kamar beliau. Terakhir, waktu itu saya dengan Mbah Maimun juga salat jemaah Magrib di kamarnya beliau. Beliau yang mengimami sendiri.

Wartawan:
Pesan yang diingat?

Presiden RI:
Aduh, banyak sekali. Kalau saya bertemu dengan beliau pesannya banyak sekali.

Wartawan:
Yang paling berkesan, Pak?

Presiden RI:
Banyak sekali pesannya.

Wartawan:
Sorban dari Mbah Moen masih disimpan Pak, sorban hijaunya?

Presiden RI:
Masih.

Wartawan:
Kemarin kan Bapak marah-marah tuh Pak, di PLN Pak?

Presiden RI:
Ya, tanya PLN.

Wartawan:
Tindak lanjut bagaimana Pak? Ada pergantian direksi enggak Pak, Dirutnya?

Presiden RI:
PLN.