Menuju konten

Keterangan Pers Presiden Republik Indonesia Seusai Mengunjungi ‘Desa Budaya’ Gamcheon Culture Village

Presiden RI:
Ya ini, sore-sore saya jalan diajak Pak Dubes dengan Bu Menteri Luar Negeri untuk melihat Kampung Gamcheon. Ini adalah penataan kampung yang sebelumnya kumuh kemudia dilakukan penataan, pengecatan, tetapi juga kegiatan pemberdayaannya diisi. Jadi misalnya, di sini kita bisa beli ada kafe di sini, bisa minum kopi tapi murah, kemudian juga ini makanan-makanan seperti ini tapi memang kemasannya dikemas dengan sangat bagus, diberikan brand, dan ya, penyajiannya sangat baik tapi murah, sangat murah. Ini saya kira bisa ditiru dengan modifikasi-modifikasi yang kita buat tetapi yang paling penting ada perbaikan kampung diisi kegiatan kemudian pemberdayaan untuk ekoomi kreatif, untuk masyarakatnya diangkat, saya kira kampung-kampung kita, desa-desa kita mampu membangun seperti ini. Bukan sesuatu yang sulit.

Wartawan:
Pak, sebelumnya kan di Indonesia ada 1-2, di Ciwidey dan di beberapa tempat cuma skalanya mungkin harus diperbanyak, bagaimana Pak?

Presiden RI:
Bukan, kalau di kita itu kalau kita lihat, penataannya saja. Saya melihat, di beberapa tempat. Di Yogyakarta, di Malang, di Jakarta juga ada, di Semarang juga ada tapi penataan kampung. Kalau di sini, penataan kampung, pemberdayaan ekonominya, menjadi wisata, jadi kawasan wisata sehingga bercampur aduk dan meningkatkan ekonomi masyarakat yang ada di sini. Saya kira ini sebuah contoh yang sangat bagus.

Wartawan:
Apakah akan menjadi program nasional nanti, Pak?

Presiden RI:
Nanti kita lihat.

Wartawan:
Kayak dana desa, mungkin dana kelurahan atau bagaimana?

Presiden RI:
Paling tidak, ide-ide seperti ini bisa memberikan inspirasi bagi kepala daerah kita, bagi kampung-kampung kita, bagi desa-desa kita bahwa dari yang sebelumnya kumuh, tidak tertata kemudian bisa ditata dan bisa mendatangkan peningkatan ekonomi bagi masyarakat.

Wartawan:
Terima kasih, Pak.

Presiden RI:
Ada beberapa mungkin di desa di kita yang sudah dengan versi yang berbeda, misalnya di kampung di Ponggok yaitu di Klaten, ada juga di Yogyakarta di Gunung Kidul di Nglanggeran juga ada. Saya kira sudah, dengan versi yang berbeda-beda, ya.

Wartawan:
Butuh stimulus dana saja kelihatannya, Pak.

Presiden RI:
Hmm?

Wartawan:
Butuh stimulus dana saja, kelihatannya.

Presiden RI:
Nah, itu. Justru itu yang sering, justru sering membuat kreativitas kita turun itu karena kebanyakan dana.

Wartawan:
Terima kasih, Pak.