Menuju konten

Keterangan Pers Presiden Republik Indonesia pada saat Peninjauan Bandar Udara Internasional Yogyakarta

Wartawan:
Setelah meninjau Bandara Internasional Yogyakarta ini, apa yang…?

Presiden RI:
Ya, ini betul-betul sebuah bandara yang sangat besar sekali. Terminalnya berapa ribu total? 219.000 meter persegi yang bisa menampung 20 juta penumpang per tahun. Di mana sebelumnya yang Bandara Adisutjipto itu hanya 1,8 juta, sekarang 20 juta. Sudah lompatannya berapa kali itu? Dari 1,8 menjadi 20 juta, sudah, jadi bayangkan. Ini nanti akan diselesaikan Desember, kemudian plus nanti dihubungkan dengan kereta, selesai Maret. Setelah itu, lebaran sudah bisa beroperasi full 100 persen.

Wartawan:
Masalah aksesibilitas itu sendiri Pak? Jalan tol? Kereta?

Presiden RI:
Ya nanti terkoneksi semuanya, akan terkoneksi kereta, tol, itu akan terkoneksi semuanya. Sudah, akan terkoneksi semuanya. Dan yang paling penting tambahan slot yang besar itu akan kita berikan kepada penerbangan-penerbangan luar negeri. Sehingga semakin banyak turis yang datang ke Indonesia, khususnya ke Yogyakarta dan sekitarnya, ya.

Wartawan:
Peresmian kapan Pak?

Presiden RI:
Peresmian setelah selesai.

Wartawan:
Saat babat alas itu kan ditargetkan Maret 2019 beroperasi, nah sekarang ini kan belum full penuh selesai Pak?

Presiden RI:
Ini adalah pekerjaan pembangunan airport yang paling cepat di Indonesia, mungkin bisa di dunia. Ini cepat sekali ini, cepat sekali, sangat cepat sekali. Dan saya tadi lihat pekerjaan, kualitasnya juga sangat baik.

Wartawan:
Diklaim mampu menerima pesawat terbesar dan terberat apa?

Presiden RI:
Iya, betul, betul, betul. Yang 777, penuh ya full itu bisa turun di sini. Karena memang kualitas runwaynya memang sebuah kualitas yang padat.

Wartawan:
Target pada dampak pariwisatanya apa Pak?

Presiden RI:
Iya nanti kita harapkan, kalau nanti sudah datang yang direct flight penerbangan-penerbangan di luar negeri, baru kita berhitung. Yang paling penting di sini ada sebuah ruang besar dari 1,8 juta menjadi 20 juta. Itu tugasnya nanti Kementerian Pariwisata, tugasnya Provinsi untuk mengakomodir permintaan-permintaan dari luar karena slotnya memang masih ada ruang yang banyak.

Wartawan:
Pak soal jalan tol menuju ke sini kan masih ditolak Pak, pembangunan jalan tol ke arah bandara ini kan masih ada penolakan?

Presiden RI:
Ini tugasnya nanti Pak Gubernur beserta Pak Menteri PU. Selesai, selesai.

Wartawan:
Target kapan Pak selesai semua untuk jalan tol dan kereta api? Targetnya selesai kapan?

Presiden RI:
Kereta api selesai 2020 Maret, tolnya menyusul. Semuanya akan terkoneksi baik lah. Ini saya desain besarnya keliatan, satu per satu diselesaikan. Ini rampungkan dulu, ya.

Wartawan:
Terima kasih Pak.