Menuju konten

Keterangan Pers Presiden Republik Indonesia Seusai Bertemu Dengan Bapak Zulkifli Hasan

Zulkifli Hasan:
Saya tadi juga menyampaikan penghargaan, terima kasih, apresiasi kepada Bapak Presiden, parlemen sekarang dibanding yang dulu. Dulu kita satu tahun enggak bekerja, sekarang hari pertama hari kedua sudah bekerja. DPR nya tertib, lancar, enggak ada voting-votingan, kemudian MPR nya juga lancar, guyub. Sehingga teman-teman kalau ke parlemen sekarang coba lihat, ya Pak Presiden, di MPR enggak ada lagi tuh koalisi. Satu, sama. Mulai dari PDI Perjuangan sampai PPP. Sekarang Ragab, Ragab itu rapat gabungan sama semua, semua musyawarah.

Tentu ini karena peran Bapak Presiden, yang kemarin itu semua yang lolos pemilu dirangkul. Mulai yang besar, mulai yang kecil. Waktu kami bagi tugas, ini siapa ini siapa, enggak ada yang berebut. Saya mengatakan, saya terakhir saja, mana yang sudah milih kalau enggak ada yang milih bidang-bidang baru kasih saya. Sampai begitu kita. Alhamdulillah suasana itu, nah itulah yang ingin kita hadirkan di Republik ini di bawah beliau Presiden.

Tantangan kita besar, dunia, dan sebagainya. Kita untuk Indonesia, untuk merah putih pemerintah mesti sukses. Kan tujuan kita semua ini kan agar rakyat itu sejahtera. Agar kehidupan kita ini lebih baik lagi, agar demokrasi kita lebih baik lagi. Oleh karena itu, tadi kita, saya menyampaikan kepada Bapak Presiden kita bersama-sama untuk menyukseskan, agar sukses pemerintahan di masa mendatang.

Wartawan:
Pak Zul kan sebelumnya PAN sempat ada di kabinet terus keluar, apakah sekarang ada pembahasan untuk kembali masuk ke kabinet?

Zulkifli Hasan:
Enggak, enggak. Kita ngomong merah putih aja. Saya tahu diri, kalau itu hak penuhnya Pak Presiden.

Wartawan:
Kalau diajak?

Zulkifli Hasan:
Kita, saya mendukung agar Bapak Presiden nanti sukses membangun Indonesia.

Wartawan:
Bentuk dukungan itu memungkinkan untuk berada di kabinet enggak, Pak?

Zulkifli Hasan:
Kalau itu bukan hak kami. Ada/tidak ada itu di luar kata Pak Prabowo itu kemarin, itu saya kutip, di luar tetap kita sukseskan merah putih.

Wartawan:
Ada pembicaraan mengenai pertemuan Prabowo dengan Surya Paloh enggak, Pak?

Zulkifli Hasan:
Memang ada sedikit tadi, bukan itu ya. Kita menyinggung soal bagaimana Indonesia masa depan, yang akan datang, 50 tahun, 100 tahun. Pak Presiden tadi tanya, karena saya mantan Ketua MPR, itu apa sebetulnya mengenai terbatas amendemen itu. Apakah nanti Presiden itu dimandataris MPR. Saya bilang enggak, itu cuma terbatas. Jadi amendemen yang sangat terbatas, sifatnya itu filosofis, ideologis, yang menggambarkan visi Indonesia sampai 100 tahun nanti kayak apa. Tapi sifatnya ideologis, filosofis, enggak teknis. Jadi tetap, pilih langsung, enggak ada perubahan apa-apa kecuali kita perlu agar tidak berubah-ubah. Bupati, gubernur, itu ada arahnya gitu. Arah yang jelas. Contohnya tadi kita mau daulat pangan, maka nanti ada filosofinya, tanah itu ya harus pertanian. Enggak boleh tanah sawah untuk perumahan. Misalnya lo. Tapi ini filosofisnya saja. Ideologisnya tidak teknis kalau di MPR itu. Saya kira demikian.

Wartawan:
Masih ada yang lain enggak, selain itu?

Zulkifli Hasan:
Ya, saya ceritakan kenapa yang menjadi rekomendasi MPR yang terbatas itu. Yang lain-lain gimana nanti Pak Zul? Kalau nanti presiden dipilih…? Enggak ada, enggak ada. Terbatas.

Wartawan:
Calon menteri yang diusulkan dari PAN?

Zulkifli Hasan:
Aduh saya enggak berani membahas itu. Itu terserah Bapak.

Wartawan:
PAN mendukung pemerintah?

Zulkifli Hasan:
Ya segala keputusan nanti, undang-undang dan sebagainya, agar cepat bekerjanya, politik harus kuat, utuh, solid, sehingga kita bisa, Pak Presiden bisa kerja dengan tenang, dengan baik. Kita kan banyak tantangan sekarang ini: ekonomi dunia, situasi perang dagang antara ini, banyak lah hal lain.

Wartawan:
Untuk pemerintahan Pak Jokowi-Ma’ruf secara praktiknya nanti PAN itu oposisi atau koalisi?

Zulkifli Hasan:
Kita doakan dan dukung agar kita sukses.

Terima kasih ya.

Wartawan:
Pembahasan dengan Pak Zul tadi dari sisi Pak Presiden?

Presiden RI:
Ya selama ini kan kita ini berbicara mengenai tantangan Indonesia ke depan, tantangan yang kita hadapi, baik dari sisi geopolotik, geoekonomi, dari sekarang ini tantangan eksternal ekonomi karena perlambatan ekonomi dunia yang semua negara sudah merasakan. Hal-hal seperti itu perlu dibicarakan dengan ketua-ketua partai sehingga kita memiliki visi yang sama bagaimana menghadapi. Kita tahu apa yang harus kita kerjakan.

Saya tadi bertanya mengenai amendemen karena beliau kan mantan Ketua MPR sehingga yang sudah dipersiapkan kajian yang lalu seperti apa yang akan datang ini akan kira-kira seperti apa. Sekarang beliau kan juga masih di Wakil Ketua MPR.

Wartawan:
Hari ini ada pertemuan dengan PKS? Tidak ada pembicaraan koalisi, Pak?

Presiden RI:
Ya ada tapi belum sampai final, belum rampung. Ya pasti ada, ya namanya ketemu.

Wartawan:
Opsi yang mau diambil sebagai, secara pribadi sebagai Presiden juga, terakhir ini banyak pimpinan parpol yang datang, masukan-masukan?

Presiden RI:
Ya kita mau bertanya kepada partai, pada ketua partai, visi mereka terhadap tantangan-tantangan ke depan itu seperti apa baik di dalam negeri maupun tantangan eksternal. Di dalam negeri radikalisme seperti apa, setelah misalnya kejadian yang menimpa Pak Wiranto kemarin, apakah yang harus kita kerjakan dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Wartawan:
Ini masukan buat Bapak nanti buat 5 tahun nanti?

Presiden RI:
Saya ini dalam proses bertanya selain urusan yang berkaitan dengan koalisi. Ya.