Menuju konten

Keterangan Pers Presiden Republik Indonesia Seusai Menghadiri Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan Tahun 2020


Wartawan:
Pak, tadi dikatakan oleh Bapak mengenai masalah asuransi. Di Indonesia itu juga tidak ada (pemikiran soal dana) pensiun yang penting, itu bagaimana menurut Bapak?

Presiden RI:
Ya, dua-duanya. Jadi industri keuangan yang nonbank tadi saya sampaikan, baik itu asuransi, baik itu dana pensiun memang memerlukan sebuah reform, perbaikan-perbaikan, baik itu di sisi pengaturan, di sisi pengawasan, maupun sisi permodalan, penting semuanya. Karena kalau perbankan pernah kita reform di (tahun) 2000 sampai 2005, pernah kita reform. Ya yang sektor ini juga diperlukan sehingga dari sisi nanti pengaturan, pengawasan, permodalan, akan lebih baik dan lebih sempurna.

Wartawan:
Pak, penyampaian informasi tersebut apakah karena ada permasalahan seperti Jiwasraya Pak, latar belakangnya?

Presiden RI:
Ndak ya, kebetulan pas ada peristiwa Jiwasraya, tapi ndak itu, tapi memang memuat tentang itu. Jadi lembaga keuangan nonbank memerlukan itu sehingga nanti akan dilakukan oleh OJK, tentu saja akan di-support secara penuh oleh pemerintah.

Wartawan:
Pak Presiden sendiri apakah sudah menerima laporan terkait dengan kasus Jiwasraya? Pak, tanggapannya bagaimana, Pak?

Presiden RI:
Oh, sudah, sudah, 100 persen sudah disampaikan kepada saya. Yang paling penting, Menteri BUMN, OJK, Menteri Keuangan nanti akan menyelesaikan masalah bisnis ekonominya. Kemudian urusan hukum, itu urusan di Kejaksaan Agung. Saya kira yang penting itu diselesaikan, ya.

Wartawan:
Apa keuntungan bagi Indonesia dengan keterlibatan 3 tokoh internasional dalam pembangunan ibu kota negara?

Presiden RI:
Saya kira, itu.

Wartawan:
Apa keuntungan bagi Indonesia dengan adanya Dewan Pengarah Ibu Kota, seperti Putra Mahkota (PEA) dalam pembangunan ibu kota negara?

Presiden RI:
Ya, tadi kan saya sampaikan bahwa yang ingin kita bangun ini adalah trust, membangun trust. Beliau-beliau ini memiliki pengalaman yang baik di bidang pembangunan kota, punya pengalaman. Misalnya, Syekh Mohammed bin Zayed Al Nahyan, memiliki pengalaman dalam merombak total Abu Dhabi, membangun kota baru yang namanya Masdar City, memiliki itu dan memiliki reputasi yang sangat baik di dunia. Kemudian yang kedua, Masayoshi Son, juga memiliki reputasi yang baik di bidang teknologi, di bidang keuangan, figur-figur seperti ini diperlukan. Kemudian Bapak Tony Blair juga sama, memiliki reputasi yang baik di bidang pemerintahan. Saya kira memang yang ingin kita bangun ini adalah trust internasional terhadap apa yang ingin kita kerjakan, ya.