Menuju konten

Keterangan Pers Presiden Republik Indonesia Seusai Meninjau Lokasi Hunian Tetap Tondo

Presiden RI:
Ya ini kita kan mengunjungi beberapa tempat ya. Tadi yang sudah dikerjakan pematangan lahan yang segera dikerjakan oleh PU. 

Tetapi yang cepat ini bantuan dari korporasi, bantuan dari Yayasan Buddha Tzu Chi, yang saya kaget juga ternyata sudah selesai lebih cepat. Saya kira model-model donatur seperti ini juga harus dikembangkan sehingga pemerintah, swasta, semuanya bisa bergerak bersama-sama dalam membantu apabila terjadi bencana. Ini sebuah kerja sama yang baik. 

Dan saya tadi sudah menyampaikan ucapan terima kasih atas nama pemerintah dengan bantuan yang sebagian telah selesai. Karena nanti totalnya ada 1.500 rumah yang segera akan diselesaikan sebelum…, beliau-beliau menyampaikan sebelum lebaran. Totalnya 3.000.

Wartawan:
Pak Presiden, ini bisa sampai di 2020 semua nanti huntap ini?

Presiden RI:
Iya tadi yang di sana tadi kan Pak Menteri PU sampaikan 2020 rampung, nanti Desember juga yang 500 selesai, yang ini nanti 1.500 sebelum April, sebelum lebaran. Saya kira nanti cepatlah.

Kita ini, ini kan ditunggu oleh masyarakat yang terkena dampak gempa kemarin, terkena dampak tsunami kemarin, jadi jangan menunggu terlalu lama. Tapi memang kemarin menunggu agak lama karena ada proses lahan yang tidak selesai-selesai, bukan masalah di konstruksi atau anggaran, ndak, keuangan, ndak. Lahan yang tidak selesai-selesai, tapi sudah diselesaikan oleh Pak Gubernur, Bupati, Wali Kota sehingga kita segera bisa bekerja secepat-cepatnya.

Wartawan:
Pak, niatan Buddha Tzu Chi seperti ini ada rencana buat mengajak pihak lain Pak? Pihak swasta lain?

Presiden RI:
Ya semuanya. Kita selalu kalau ada bencana mengajak swasta, mengajak korporasi. Sebelum kita juga menerima dari luar, di dalam sendiri kita maksimalkan itu. 

Wartawan:
Pak Presiden, soal santri yang dulu menyebutkan Prabowo nanti terpilih sebagai menteri, sekarang ini tidak bisa melanjutkan pendidikannya karena kekurangan dana, apakah ada bantuan, Pak?

Presiden RI:
Ya, saya urus, saya urus nanti.