Menuju konten

Keterangan Pers Presiden Republik Indonesia Seusai Meresmikan Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Dan Silaturahmi Nasional Bank Wakaf Mikro (BWM) Tahun 2019

Wartawan:
Agenda hari ini Pak, tadi kan ada pengarahan soal pemberian untuk PNM?

Presiden RI:
Ya, ini kita… begini. Ini sangat penting sekali untuk menaikkan literasi keuangan kita, menaikkan inklusi keuangan kita, agar masyarakat itu bisa akses ke keuangan, baik itu yang namanya menabung maupun mendapatkan kredit dari perbankan maupun lembaga keuangan yang lainnya. Ini penting sekali, karena apa? Dari situlah, ekonomi keluarga, ekonomi usaha mikro kita, ekonomi usaha kecil kita, akan bisa naik ke kelas yang lebih atas lagi. Oleh sebab itu, OJK mendorong lewat pembentukan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah, agar apa? Agar daerah juga ikut bersama-sama memberikan dorongan kepada masyarakat untuk gemar menabung dan juga mendorong agar mereka bisa mudah untuk mencari kredit di lembaga keuangan maupun perbankan, intinya ke sana.

Wartawan:
Pak untuk soal pertemuan kemarin dengan Kapolri terkait kasus Novel Baswedan?

Presiden RI:
Oh, begini… sore, sore. Jadi, sore kemarin sudah saya undang Kapolri, saya tanyakan langsung ke Kapolri. Saya juga ingin mendapatkan sebuah ketegasan, ada progres atau ndak.

Wartawan:
Hasilnya bagaimana, Pak?

Presiden RI:
Dijawab, ada temuan baru yang sudah menuju kepada kesimpulan. Oleh sebab itu, saya enggak memberikan waktu lagi. Saya bilang secepatnya. Segera diumumkan, siapa.

Wartawan:
Secepatnya apakah dalam bulan ini, Pak (pengumumannya)?

Presiden RI:
Tanyakan langsung ke Kapolri, sudah. Saya tidak berbicara masalah bulan. Kalau sudah saya bilang secepatnya, berarti dalam waktu harian. 
Sudah, tanyakan langsung ke sana.

Wartawan:
Yang signifikan itu, maksudnya, pelakunya sudah ketemu atau ada petunjuk kuat atau bagaimana, Pak?

Presiden RI:
Tanyakan langsung ke Kapolri. Yang jelas sudah disampaikan kepada saya. Temuan barunya itu seperti apa, tanyakan langsung ke Kapolri.

Wartawan:
Pak, terkait Dirut PLN Pak, nama Pak Rudiantara kah, Pak?

Presiden RI:
(Soal) Pak Rudiantara, tanyakan juga ke Menteri BUMN.

Wartawan:
Tapi, apakah sudah ada informasi ke Bapak bahwa Pak Rudiantara ditunjuk sebagai Dirut PLN?   

Presiden RI:
Tanyakan ke Menteri BUMN.

Wartawan:
Pak, kemarin sore bertemu dengan Pak Ahok dan Bu Nicke?

Presiden RI:
Apanya?

Wartawan:
Bapak kemarin bertemu dengan Pak Ahok dan Bu Nicke?

Presiden RI:
Oh, itu urusan migas. Urusan migas, urusan yang berkaitan dengan impor migas. Urusan yang berkaitan dengan B20, B30. Saya ingin urusan yang berkaitan dengan defisit transaksi berjalan, defisit neraca perdagangan kita bisa diturunkan kalau impor migas bisa dikendalikan dengan baik dan juga lifting produksi dari minyak dan gas juga bisa dinaikkan. 

Intinya mereka menyanggupi, itu.

Yang kedua, juga penggunaan B30 yang akan dimulai Januari awal juga agar itu betul-betul dilaksanakan dan dikawal sehingga juga bisa menurunkan impor minyak kita. Intinya dua itu.

Wartawan:
Soal mafia migas mungkin ada arahan ke Pak Ahok juga, Pak?

Presiden RI:
Hmm?

Wartawan:
Soal mafia migas?

Presiden RI:
Ya, itu ke situ larinya. Juga pembangunan kilang minyak. Nah, lupa tadi, pembangunan kilang minyak itu harus. Masa sudah 34 tahun kita enggak bisa membangun kilang minyak, kebangetan. Saya suruh kawal betul, akan saya ikuti terus juga progresnya, persentasenya sampai sejauh mana.

Wartawan:
Terkait Dewan Pengawas KPK, sejauh ini prosesnya bagaimana, Pak?

Presiden RI:
Belum.

Wartawan:
Nama-namanya sudah ada yang masuk, Pak, usulannya? Sudah final, Pak?

Presiden RI:
Sudah, tapi belum.

Wartawan:
Terima kasih, Pak.