Menuju konten

Keterangan Pers Presiden Republik Indonesia Seusai Meresmikan Tol Trans-Sumatra Ruas Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung

Wartawan:
Pak, soal tol, Pak?

Presiden RI:
Ya ini dengan selesainya ruas Jalan Tol Trans Sumatra, ini dari Terbanggi Besar ke Kayu Agung, jadi total yang kita bangun selama 5 tahun ini menjadi 1.500 (kilometer) dan nanti kalau Desember tambahan lagi ada Kayu Agung-Palembang tambah lagi Manado-Bitung tambah lagi Balikpapan-Samarinda insyaallah target yang sudah saya berikan 1.800 (kilometer) tadi tercapai.

Wartawan:
Terus kemudian beroperasinya seperti apa, Pak?

Presiden RI:
Apanya?

Wartawan:
Kapan akan mulai dioperasikan?

Presiden RI:
Nanti tanyakan ke Dirut (PT) Hutama Karya. Pak Dirut?

Direktur Utama PT Hutama Karya:
Siap, Pak.

Presiden RI:
Operasi kapan? Mau mulai dioperasikan kapan?

Direktur Utama PT Hutama Karya:
Besok pagi, Pak.

Presiden RI:
Besok pagi sudah dioperasikan.

Wartawan:
Gratis ya, Pak? Berapa hari?

Direktur Utama PT Hutama Karya:
Mungkin sebulan, menunggu SK Menteri.

Presiden RI:
Dicoba dulu sebulan, digratiskan.

Wartawan:
Pak Jokowi, setelah ini dibangun sebagai tol terpanjang di Indonesia, apa Pak, harapannya untuk masyarakat, Pak?

Presiden RI:
Ya, diteruskan. Artinya diteruskan sampai ke Aceh terus, naik terus sampai ke Aceh karena di Aceh pun sudah pembebasan tanah sudah 52%. Di sana pun juga sudah mulai begitu, lo nanti sambungnya di tengah, enggak tahu di mana. Sehingga sekali lagi, mobilitas barang, mobilitas orang, jaringan logistik kita akan semakin baik, stok infrastruktur kita akan semakin meningkat sehingga competitiveness index kita juga akan sangat baik.

Wartawan:
Sampai dengan Aceh, targetnya kapan, Pak?

Presiden RI:
2024 insyaallah, sudah.

Wartawan:
Sampai Aceh rampung?

Presiden RI:
Iya.

Wartawan:
Pembebasan lahan apakah masih jadi kendala utama Bapak, sejauh ini?

Presiden RI:
Pembebasan lahan yang dari Aceh sudah, dari Aceh itu sudah 52% pembebasannya, tet, tet, tet, tet, terus ini begini terus, sambung.

Wartawan:
Pak, tol sudah jadi terus tugas pemerintah daerah berikutnya Pak, menyambungkan ini?

Presiden RI:
Menyambungkan, saya tadi sudah sampaikan ke Gubernur, para Bupati, dan Wali Kota untuk menyambungkan ke kawasan-kawasan wisata, ke sentra-sentra produksi perikanan, perkebunan, pertanian, sehingga muncul titik-titik pertumbuhan ekonomi baru termasuk juga ke zona-zona industri, semuanya ini. Ini tugasnya Gubernur, Bupati, Wali Kota ke sana. Kalau enggak mampu, ya pusat lagi kalau enggak mampu. Tapi saya cek dulu, kalau memang mampu ya harus daerah lah.

Wartawan:
Untuk Kalimantan, Sulawesi, Pak?

Presiden RI:
Sama, ya ini kan di sana kan mulai juga. Terus nanti misalnya Balikpapan-Samarinda, Samarinda-Bontang ke sana, terus ini. Ini kita ini, kita ini pengin kecepatan dalam jaringan logistik kita. Coba, dulu dari Lampung ke Palembang berapa lama, Pak?

Gubernur Sumatra Selatan:
10 jam.

Presiden RI:
10 jam, 9 jam, ada yang ngomong 11 jam. 9 jam, 10 jam, 11 jam, sekarang berapa?

Wartawan:
3 jam.

Presiden RI:
3 jam, itu yang namanya kecepatan, itu yang namanya efisiensi. Oke.

Wartawan:
Pak Jokowi, terima kasih, Pak.