Menuju konten

Keterangan Pers Presiden Republik Indonesia Seusai Peresmian Pembukaan Perdagangan Bursa Efek Indonesia Tahun 2020

Wartawan:
Pak, terkait aksi “goreng-gorengan” dan manipulator tadi, Pak?

Presiden RI:
Ya, kita ingin membangun sebuah trust ya untuk bursa kita, untuk pasar modal kita, arahnya ke sana. Sehingga kita harapkan praktik-praktik yang tadi saya sampaikan, ke depan harus dihilangkan, ke depan harus dibersihkan karena yang ingin kita bangun adalah sebuah trust, sebuah kepercayaan.

Wartawan:
Pak, berarti Bapak sudah menerima banyak laporan karena ada “goreng-gorengan”, manipulator ini begitu, Pak?

Presiden RI:
Ya saya berbicara pasti karena saya mendengar informasi dan tadi sudah saya sampaikan juga ke Pak Ketua OJK (Otoritas Jasa Keuangan), ke Pak Dirut BI (Bank Indonesia), semuanya sudah. Kita mempunyai semangat yang sama, untuk membangun sebuah kepercayaan, membangun trust bagi Bursa Efek Indonesia.

Wartawan:
Jadi apakah kasus Jiwasraya juga salah satu yang disebabkan oleh aksi ini, Pak?

Presiden RI:
Ya nanti dilihat karena Jiwasraya sekarang sedang ditangani oleh…, untuk sisi korporasinya ditangani oleh OJK, Menteri Keuangan, oleh Kementerian BUMN, semuanya sedang menangani ini. Tapi ini perlu proses yang tidak sehari-dua hari, perlu proses yang agak panjang. Di sisi hukum juga telah ditangani oleh Kejaksaan Agung, sudah dicegah oleh 10 orang agar kebuka semuanya, sebetulnya problemnya di mana. Karena ini juga menyangkut proses yang panjang, ya.

Wartawan:
Pak Jokowi satu lagi Pak, terkait banjir tanggapannya seperti apa, Pak? Apakah ada penanganan atau arahan dari pemerintah pusat, Pak terkait banjir ini

Presiden RI:
ini harus dikerjakan bersama-sama, pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan kota semuanya bekerja sama dalam menangani ini karena ada yang disebabkan oleh kerusakan ekosistem, kerusakan ekologi yang ada, tapi juga ada yang memang karena kesalahan kita yang membuang sampah di mana-mana, banyak hal. Tetapi saya ingin agar kerja sama itu dibangun (oleh) pusat, provinsi, dan kabupaten/kota sehingga semuanya bisa tertangani. Tapi yang paling penting, pada saat kejadian sekarang ini yang paling penting adalah evakuasi korban banjir. Keselamatan, keamanan masyarakat harus didahulukan, nanti urusan apa…, penanganan banjir secara infrastrukturnya akan kita bicarakan setelah penanganan ini, penanganan evakuasi ini selesai, ya.

Wartawan:
Baik, terima kasih, Pak.