Menuju konten

Keterangan Presiden mengenai Survei Calon Wali Kota Surakarta, Pembentukan Kabinet, dan Kesehatan Buya Syafii

Wartawan:
Menanggapi surveinya, Mas?

Gibran Rakabuming:
Ya, kan saya juga baru aja baca surveinya ya. Yang jelas saya sangat mengapresiasi, berterima kasih kepada warga Solo atas penilaiannya yang positif pada saya. Kalau di keluarga saya itu, ya, kemarin juga sudah saya bilang juga kemarin malam, di keluarga saya Bapak dan Ibu itu tidak pernah memaksakan harus jadi ini, harus jadi itu, harus jadi pengusaha, atau harus jadi apa. Di keluarga kita itu cukup demokratis, enggak ada pemaksaan.

Wartawan:
Pascasurvei itu apa ada parpol yang mulai berkomunikasi?

Gibran Rakabuming:
Kalau itu entar aja lah, ya kan seperti teman-teman media di sini, yang ya mungkin follow sosmed saya kan sudah tahu sendiri. Saya masih melakukan aktivitas-aktivitas yang sama. Masih fokus bisnis, masih fokus ekspansi sama Kaesang. Ya sudah itu saja.

Wartawan:
Tapi enggak kangen tinggal di Loji Gandrung lagi, Mas?

Gibran Rakabuming:
Apa toh?

Wartawan:
Sepintas ada kepinginan enggak itu?

Gibran Rakabuming:
Lha wong ini pembukaan, pendaftaran, ke KPU saja belum dibuka kok. Entar saja, iya entar saja. Ya enggak nunggu juga. Entar saja kalau ada, kalau pendaftarannya sudah dibuka, teman-teman ngabarin saya.

Wartawan:
Untuk bisnis barunya seperti apa, untuk Goola sama Mangkok Ku?

Gibran Rakabuming:
Lha iya itu, lancar semua.

Wartawan:
Sudah berapa cabang sekarang? Buka di Solo, Mas?

Gibran Rakabuming:
Nanti lah, di Jakarta semua.

Wartawan:
Tapi pingin enggak, Mas? Tadi belum dijawab.

Wartawan:
Mau tanya hasil survei Mas Gibran, Pak.

Presiden RI:
Tadi kan sudah, Mas Gibran sudah sampaikan.

Wartawan:
Sudah ada komunikasi dengan Pak Rudy?

Presiden RI:
Ketemu saja juga belum.

Wartawan:
Pak, terkait dengan Mas Gibran masuk Pilwalkot, apakah sudah ada partai politik yang mungkin sudah minta izin Bapak?

Presiden RI:
Belum, belum.

Wartawan:
Kira-kira perlu ada izin dari Pak Jokowi tidak?

Presiden RI:
Ada survei begitu saja kok pada bingung. Heboh. Kalau saya, saya serahkan ke anaknya lah, ke Mas Gibran, sudah.

Wartawan:
Mas Gibran siap?

Presiden RI:
Ya tanya saja langsung ke Mas Gibran, kok tanya saya. Orang tua itu hanya, ya sama waktu memutuskan jualan martabak ya silakan, ada yang mutusin mau jualan pisang ya silakan. Saya paksa pegang pabrik juga enggak mau, saya paksa kalau enggak mau gimana? Itu demokratis, silakan. Yang paling penting di setiap jabatan apa pun, di setiap karier apa pun yang paling penting tanggung jawab. Kemandirian dan tanggung jawab. Itu saja kalau saya.

Wartawan:
Katanya sekarang politisi dari usia muda ya, Pak? Dari kalangan milenial, trennya seperti itu Pak ya?

Presiden RI:
Ya sekarang ini harusnya memang anak-anak muda yang pegang peran. Ya karena dunia yang berubah sangat cepatnya, ketidakpastian yang selalu mengintai kita, ketidakterdugaan yang selalu muncul itu tidak kita hitung. Yang bisa merespons cepat itu ya anak-anak muda.

Wartawan:
Pemerintahan di daerah juga perlu mengikuti ya, Pak?

Presiden RI:
Sama, saya kira di semua negara tren sekarang memang seperti itu. Hampir di semua negara.

Wartawan:
Termasuk di Solo sendiri Pak ya?

Presiden RI:
Ya itu kan terserah masyarakat.

Wartawan:
Bapak, satu lagi. Sudah ada rencana pertemuan dengan Pak SBY?

Presiden RI:
Belum, belum, belum.

Wartawan:
Partai Demokrat kan kemarin mengisyaratkan seperti itu?

Presiden RI:
Belum ada rencana.

Wartawan:
Ada rencana untuk ketemu?

Presiden RI:
Ya ketemu dengan siapapun itu penting untuk membangun silaturahmi. Dengan semua.

Wartawan:
Perlu untuk membentuk semacam sekretariat gabungan, Setgab, seperti Pak SBY dengan partai-partai pendukungnya?

Presiden RI:
Enggak. Enggak perlu. Mungkin komunikasinya baik. Bisa lewat telepon, bisa lewat rapat. Kalau enggak ada hal yang penting, enggak.

Wartawan:
Tetap yakin solid tanpa diikat koalisi?

Presiden RI:
Wong kita sudah lima tahun kemarin enggak ada Setgab, enggak ada kantor juga baik-baik saja. Sekarang kita berkomunikasi saja, enggak ada masalah.

Wartawan:
Pembentukan kabinet ada perkembangan, Pak?

Presiden RI:
Belum. Ya, mulai masuk nama-nama. Kita ini akan terus, semakin banyak mengumpulkan pilihan-pilihan, semakin banyak alternatif semakin baik. Memilihnya jadi semakin mudah.

Wartawan:
Ada perampingan menteri lagi enggak, Pak?

Presiden RI:
Belum sampai ke sana.

Wartawan:
Menteri dari kalangan muda, Pak?

Presiden RI:
Ya kan sudah sering saya sampaikan, akan banyak warna itu. Akan banyak warna yang muda-muda. Sekali lagi perkembangan dunia yang dinamis yang perlu direspons secara cepat, perlu energi yang energik.

Wartawan:
Kepresidenan kemarin kan mengirim tim dokter untuk Buya Syafii Maarif Pak ya?

Presiden RI:
Ya, alhamdulillah beliau perkembangannya sudah baik. Saya mendapatkan laporan dari Menteri Sekretaris Negara.

Wartawan:
Terus memonitor ya Pak Jokowi?

Presiden RI:
Ya, lewat tim dokter.