Menuju konten

Pelantikan Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Masa Bakti 2019-2022

Bismillahirahmanirahim.

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Selamat pagi,
Salam sejahtera bagi kita semuanya,
Shalom,
Om Swastiastu,
Namo Buddhaya,
Salam kebajikan.

Yang Saya hormati, pimpinan lembaga-lembaga yang hadir pada pagi hari ini, Ketua MPR RI, Pimpinan-pimpinan DPD RI;
Yang Saya hormati, para Menteri Kabinet Indonesia Maju;
Yang saya hormati senior-senior HIPMI, mantan ketua Umum yang tidak bisa saya sebut satu persatu, yang hafal saya hanya satu, Bapak Sandiaga Uno. Hati-hati 2024. Tadi kan disampaikan oleh Pak Ketua Dewan Pembina bahwa 2024 nanti kemungkinan, beliau menyampaikan, yang hadir disini adalah kandidat-kandidat, kandidat yang kemungkinan besar akan menggantikan saya. Dan saya meyakini itu. Tapi saya tidak menyebutkan orangnya siapa. Hanya tadi yang baru saja berdiri tadi kira-kira;
Yang saya hormati Ketua Umum BPP HIPMI Adinda Mardani H. Maming beserta seluruh jajaran pengurus 2019/2022 yang tadi baru saja dilantik.
Yang saya hormati ketua-ketua HIPMI ASEAN yang hadir, Bapak/Ibu tamu undangan yang berbahagia yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu.

Pertama-tama saya ingin mengucapkan selamat kepada seluruh jajaran pengurus yang tadi baru saja dilantik, untuk HIPMI periode 2019/2022. Yang kedua, perlu saya sampaikan mengenai keluhan-keluhan yang sering disampaikan kepada saya dari HIPMI sejak saya memangku sebagai Presiden, yaitu yang berkaitan dengan kemitraan baik itu kemitraan pengusaha-pengusaha muda dengan BUMN, maupun dengan investor. Sekarang sudah saya jawab, Menterinya BUMN adalah dari keluarga besar HIPMI. Saya sudah titip kepada Pak Erick Tohir agar jangan sampai pekerjaan-pekerjaan yang ada di BUMN itu semuanya dikerjakan oleh BUMN sendiri. Sebetulnya dari dulu sudah saya ingatkan itu, tetapi sekarang mestinya akan lebih jelas karena yang memegang kementerian adalah dari keluarga besar HIPMI, yaitu Pak Erick Tohir.

Berikan porsi yang besar kepada pengusaha-pengusaha muda. Jangan sampai pekerjaan-pekerjaan yang ada dikerjakan oleh anak-anak BUMN, anak-anak perusahaan BUMN, cucu-cucu BUMN. Kerjakan oleh swasta-swasta terutama dari pengusaha-pengusaha muda yang terhimpun di HIPMI, karena seingat saya, setahun di BUMN itu ada Rp2.400 triliun yang bisa dikerjakan. Rp.2.400 triliun, APBN kita hanya Rp2.200 triliun, di BUMN itu Rp2.400 triliun. Dari angka itu mestinya kita bisa menumbuhkan yang muda-muda, pengusaha-pengusaha muda ini untuk naik kelas, dari yang kecil menjadi menengah dari yang menengah menjadi besar. Berikan peluang kepada mereka.

Saya sudah titip tanyakan nanti ke Pak Erick Thohir apakah titipan itu sudah saya berikan, perintahnya sudah saya berikan atau belum. Kalau mau ingin konfirmasi silakan tanyakan langsung, Rp2.400 Triliun.

Kemudian yang kedua, beliau kan Menteri BUMN, dari HIPMI juga, Ketua HIPMI yang ini,  juga sekarang menjadi Kepala BKPM, ini adalah menteri badan usaha milik swasta. Ya karena memegang portofolio yang tidak kecil, setahun paling tidak, Adinda Bahlil ini memegang kurang lebih Rp800 (triliun) sampai Rp900 triliun investasi.

Saya sudah titip kepada beliau agar dikawinkan, agar dimitrakan investasi-investasi yang datang ke sini dengan pengusaha-pengusaha lokal, dengan pengusaha-pengusaha nasional kita. Jangan sampai mereka berjalan sendiri. Dan itu bisa dilakukan pada saat datang mereka minta izin untuk investasi di sektor-sektor yang ada di negara kita.

Saya sudah titip, investor layani dengan baik. Tadi sudah diceritakan, banyak sebetulnya investor sudah masuk ke kandang kita. Sudah masuk ke negara kita, tapi kita tidak bisa menyelesaikan mereka sehingga mereka balik lagi. Sudah masuk, bukan di depan pintu, sudah masuk di jalur kita, seperti tadi yang disampaikan oleh Pak Bahlil, Rp780 triliun sudah di dalam, menyusul itu kurang lebih  Rp2.200 (triliun) juga sudah di dalam, bagaimana mengeksekusi ini? Karena kita enggak melayani. Layani dan sekarang sudah dimulai sejak kita lantik Pak Bahlil ini menjadi Kepala BKPM. Ini setingkat menteri. Urusan, ini urusan kecil-kecil tapi tidak, kita enggak bisa menyelesaikan. Sebagai contoh investor sudah masuk urusan pembebasan tanah yang tinggal kecil saja enggak bisa terselesaikan sehingga investasinya tidak bisa memulai usahanya, investornya.

Kemarin diselesaikan, misalnya di Provinsi Banten, selesai 2 minggu selesai, diselesaikan oleh beliau. Karena saya tahu beliau ini orang lapangan, meskipun ngancem-ngancemnya pakai bawa nama-nama Presiden. Ini kalau ngancem Gubernur, ngancem Bupati, ngancem Wali kota, ngancem Polda, Polres, pakai itu saya dengar, saya dengar, Pakai nama saya. Bawa-bawa nama saya. Enggak apa-apa yang penting masalahnya selesai. Buat saya enggak ada masalah. Untuk kebaikan, untuk kebaikan enggak ada yang masalah, akhirnya selesai, rampung, 2 minggu selesaikan rampung.

Di daerah menyampaikan kepada saya, “Pak urusan pembebasan tanahnya sudah selesai,” batin saya yang menyelesaikan bukan kamu tapi beliau. Urusan kayak gini banyak sekali tidak bisa kita eksekusi gara-gara kita hanya di atas tidak masuk ke persoalan yang sesungguhnya, riil ada di depan kita.

Urusan izin juga sama, hanya urusan izin beliau langsung kebawah. Gubernurnya langsung tanda tangan, ijin selesai tapi pakai nama saya. Enggak apa-apa, Pak Bahlil sudah ngomong ke saya “Pak, saya sering memakai nama Bapak,” Enggak apa-apa. Asal untuk kebaikan enggak apa-apa.

Hal-hal yang seperti ini kita ini memang kacau. Investor sudah di dalam tetapi kita tidak bisa mengeksekusi gara-gara urusan pembebasan tanah, urusan perizinan yang tidak pernah kita layani. Ijin di kementerian, ijin di provinsi, ijin di kabupaten, di kota memang persoalan ini menjadi persoalan besar kita.

Regulasi kita yang jumlahnya 42.000, tumpang tindih, yang ini akan kita selesaikan insyaallah minggu ini kita akan mengajukan omnibus law ke DPR. Ada 74 Undang-Undang yang langsung kita mintakan revisi agar semuanya bisa selesai. Kalau kita cuma…, coba kita hitung-hitung kalau kita ajukan satu-persatu, revisi satu-satu undang-undang ajukan, ajukan 50 tahun enggak mungkin selesai, enggak akan selesai. Ya kita mau mengajukannya omnibus law. Satu undang-undang menyelesaikan 74 undang-undang. Inilah saya kira kalau nanti ini bisa diselesaikan dalam waktu yang cepat oleh DPR, ini akan menjadi sebuah lompatan dalam kita memberikan pelayanan kepada masyarakat, pelayanan kepada dunia usaha, pelayanan kepada UKM, yang kita harapkan ini akan memberikan kontribusi pertumbuhan perekonomian signifikan kepada dunia usaha.

Yang kedua sebetulnya tadi saya ingin menyampaikan mengenai perpindahan ibu kota, karena LED-nya enggak. Saya ingin sebenarnya setelkan video gambaran ibu kota kita di Kalimantan Timur itu seperti apa. Tapi yang perlu ingin saya sampaikan adalah pindahnya ibu kota ini bukan pindahnya pindah lokasi, atau memindahkan gedung kementerian atau gedung istana, bukan, bukan itu. Yang kita gagas ini adalah perpindahan nanti perpindahan mindset, perpindahan pola pikir, perpindahan pola kerja, perpindahan kultur kerja. Sehingga yang kita install yang pertama adalah menginstall sistem, sehingga orang itu di sistem itu, ini yang ingin kita kerjakan, bukan yang lain-lain.

Orang berpikir kita memindahkan lokasi, memindahkan kementerian, memindahkan gedungnya, bukan itu. Tetapi kita ingin ada perpindahan kultur kerja, sistem kerja, pola pikir, itu yang ingin kita pindahkan. Sehingga di sana nanti seperti gambarnya kita ingin membangun, misalnya kayak transportasi, di sana nanti transportasi umumnya, transportasi massal-nya adalah autonomous. Mobil-mobil pribadi nanti juga akan autonomous vehicle, electric vehicle dan autonomous vehicle. Dan saya juga memiliki mimpi besar agar kita ini menjadi ibu kota pertama yang transportasi massal-nya, transportasi pribadinya memakai electric vehicle dan autonomous vehicle, semuanya, sistem ini yang ingin kita bangun sehingga semuanya efisien, semuanya murah. Tapi nanti di lain waktu akan saya sampaikan gambaran ke depannya seperti apa ibu kota yang kita bangun ini dan saya berharap dukungan penuh dari Bapak/Ibu dan saudara-saudara sekalian, keluarga besar HIPMI dalam rangka kita, tadi, ada sebuah perpindahan, transformasi ekonomi di negara kita menuju ke sebuah peradaban yang lebih baik.

Saya rasa itu yang bisa saya sampaikan pada kesempatan yang baik ini.
Saya tutup.
Terima kasih.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh