Menuju konten

Peninjauan Kaldera Toba Nomadic Escape

Wartawan:
Jadi ada berapa banyak destinasi baru seperti ini yang akan terus dibangun di kawasan Toba ini?

Presiden RI:
Ini satu-satu lah. Kita mau menyelesaikan ini dulu. Ini ada 386 hektare yang sudah selesai, clear, sudah dipegang oleh badan otorita, sehingga tadi perintah saya, secepatnya dimulai. Baik itu yang tanggung jawab pemerintah infrastruktur jalan dan lain-lain.

Kalau ini, investornya enggak mau mulai-mulai, setop, ganti. Selesai sudah, sekarang harus tegas-tegas gitu. Kalau ndak, kapan mulai? Tempat yang sangat bagus kayak gini gampang cari investor.

Wartawan:
Khusus tempat ini, akan ada apa saja di tempat ini? Pengembangannya seperti apa di sini Pak?

Presiden RI:
Ini nanti yang jelas ada hotel bintang empat, bintang lima, resort juga ada. Kemudian padang golf juga ada, tetapi yang jelas ini untuk MICE meeting. Wisatanya juga komplit. Wisata air ada, alam ada, air terjun ada, wisata religi ada, komplit.

Wartawan:
Nilai tambah untuk masyarakat, kira-kira apa yang akan diperoleh?

Presiden RI:
Ya nanti kalau banyak hotel di sini, pasti dong. Sayur masuk hotel, buah masuk hotel, singkong masuk hotel, jagung masuk hotel, kentang masuk hotel, lapangan kerja terbuka, barang-barang kerajinan di sini yang banyak sekali. Tenun, ulos, handicraft, semuanya. Kopinya enggak usah dijual di luar, pakai sendiri di sini bisa kurang.

Ini kita menyelesaikan di sini dulu, ini di Tobasa 386 hektare. Kita akan nanti pindah ke Humbang Hasundutan ada 533 hektare. Ke sana lagi, rampungin lagi. Sekarang memang kerjanya seperti itu, ini memang kerja barengan, terintegrasi pusat, provinsi, daerah bagi-bagi. Tadi malam sudah kita bagi semua.

Wartawan:
Kira-kira tahun berapa tercapai, di tempat ini?

Presiden RI:
Secepatnya.

Wartawan:
Pak, dengan pengembangan banyak destinasi ini ada enggak target kunjungan wisata? ada enggak skemanya?

Presiden RI:
Nanti hitung-hitungan Menteri Pariwisata ada. Tanyakan ke Menteri Pariwisata.

Wartawan:
Hari senin kemarin sudah diputuskan Ibu Kota negara kita akan ke Kalimantan, bisa informasinya Pak?

Presiden RI:
Memang dari dulu sudah saya sampaikan, pindah ke Kalimantan. Nah, Kalimantannya, Kalimantan yang mana belum. Nanti kita sampaikan Agustus. Kajiannya belum rampung, belum tuntas. Nanti kalau sudah rampung, sudah tuntas, detailnya sudah dipaparkan, kajian kebencanaan seperti apa, kajian mengenai air, kajian mengenai, apalagi, keekonomian, kajian mengenai demografinya, masalah sosial politiknya, pertahanan keamanan, semuanya memang harus komplit. Kita tidak ingin tergesa-gesa, tetapi ingin secepatnya diputuskan.

Wartawan:
Terima kasih Pak.