Menuju konten

Peninjauan Pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Likupang

Wartawan:
Ya Pak, sore ini kan kunjungan ke Likupang untuk persiapan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)?

Presiden RI:
Gini sekali lagi ya, tadi sudah saya sampaikan, kita ini turisnya yang mau ke sini itu banyak dan akan banyak kalau kita siap. Oleh sebab itu, perlu kerja yang terintegrasi antara pemerintah daerah, Pemda baik kota, provinsi, kabupaten, dan pusat harus sambung.

Saya berikan contoh misalnya masalah pengajuan Kawasan Ekonomi Khusus ini, apa, Likupang. Ini ada tanah swasta yang sudah ada, tanah eks BUMN juga ada, yang belum selesai-selesai. Ini mau kita selesaikan biar apa? Investasi itu langsung berani datang. Kalau ndak rampung-rampung, payung hukumnya enggak selesai-selesai, ya enggak akan mulai-mulai.

Sekali lagi, di Sulawesi Utara itu butuh, masih butuh, tambahan hotel buanyak sekali, buanyak sekali dan yang menyampaikan itu dari maskapai, travel biro menyampaikan, ingin banyak sekali datang ke sini. Tapi di sini ada yang sudah siap, ada yang belum siap. Ini pemerintah pusat me…ingin mem-backup hal-hal yang belum siap tadi.

Misalnya, segera ini Kawasan Ekonomi Khusus pariwisata diselesaikan. Jalan-jalan yang belum lebar, dilebarin. Tol yang belum selesai segera selesaikan, mungkin tolnya Oktober rampung lah, rampung. Tata ruang yang sudah hhh…ini semua kecegatnya di situ ya, nanti malam kita rapat terbatas, kita selesaikan di rapat terbatas di sini. Jadi semuanya biar clear, semuanya mumpung ada, Kepala BPN, Menteri BPN, ada Pak Gub, ada mungkin bupati, wali kota, menko, menteri, itu harus diselesaikan. Itu yang mau saya kerjakan.

Wartawan:
Apa lagi Pak, yang menghambat investasi untuk pariwisata?

Presiden RI:
Hmm?

Wartawan:
Apa lagi yang menghambat investasi untuk pariwisata?

Presiden RI:
Ya itu-itu saja. Kalau diselesaikan di Jakarta enggak selesai ini.

Wartawan:
Kalau perizinan bagaimana, Pak?

Presiden RI:
Perizinan enggak ada masalah. Enggak ada masalah ya terhambat tadi, tata ruang itu saja, yang lain ndak masalah. Khusus untuk yang di Sulut ini saya melihat enggak ada masalah. Udah kita identifikasi kok. Sekali lagi problem-nya ya itu tadi, kalau diselesaikan hanya di Jakarta enggak selesai. Daerah menyelesaikan sendiri juga enggak bisa. Itu yang tadi saya, dua-duanya harus sambung.

Wartawan:
Ya Pak, dari kunjungan kali ini apa kira-kira yang akan kemudian dibantu oleh pemerintah pusat untuk mempercepat?

Presiden RI:
Ya, banyak tadi. Tadi terminal, Manado tadi. Apa…terminal untuk airport Sam Ratulangi di Manado tadi, udah dari 2 juta menjadi 6 juta penumpang. Ya, kan? Sudah berapa kali lipat itu? Tadi ada…apa, keluhan lagi runway-nya diperpanjang, perpanjang.

Kemudian masuk ke lapangan di sini ada masalah Kawasan Ekonomi Khusus yang enggak selesai karena juga di swastanya masih ragu-ragu yang apa…kitanya mau mulai ini jadi ndak sih, ya itu selesaikan. Kalau Kawasan Ekonomi Khusus selesai, sret, mereka harus langsung investasi konkret. Juga ini jadi nanti juga masih ngomong nanti-nanti dulu, ya repot lagi. Dua-duanya ini paralel semuanya, pelaku kerja, pemerintah kerja. Terus…terus….

Wartawan:
Apakah nanti akan dikelola pemerintah pusat? Daerah?

Presiden RI:
Ndak, ndak, ndak, ndak, ndak itu serahkanlah pada profesional, baik swasta maupun mungkin kayak Mandalika ITDC. Bisa saja.

Presiden RI:
Terus…kemudian PU masuk lagi, trek, ya ngerampungin tadi tolnya, tol Manado-Bitung. Untuk yang ke Pulau Lembeh biar juga cepat. Dari daratan besar di sini masuk ke Pulau Lembeh juga akan dibangun jembatannya. Ini buanyak banget ini tadi, banyak banget tapi ketemu semuanya.

Wartawan:
Kalau nilainya kira-kira berapa Pak, nilai investasinya Pak yang dari pemerintah untuk membantu proyeknya?

Presiden RI:
Haduh, enggak hitung, banyak banget. Banyak banget dong, tanya aja terminal sama runway-nya aja berapa, jalannya berapa. Apa lagi? Itu, itu, itu, udah. Nah, sekarang juga nanti pemerintah daerah dengan Kementerian Pariwisata juga membuat apa, annual event yang pasti, minggu ke berapa, bulannya apa. Jadi orang ke sini itu ada terus yang ditonton. Ini juga disiapin. Harus ada yang nyiapin, enggak bisa. Minimal tiap minggu itu harus ada, minimal. Sabtu-Minggu itu harus ada tontonan. Di sini kan buanyak, tontonan budaya itu buanyak, entah di Manado-nya entah di KEK nya, terserah tapi harus ada terus.

Wartawan:
Peranan masyarakat gimana Pak, kalau sambil menunggu persiapan pemerintah sendiri?

Presiden RI:
Apanya?

Wartawan:
Peranan masyarakat di sini yang bisa dilakukan?

Presiden RI:
Ya…yang berkaitan dengan budaya. Budaya bersih, budaya senyum, budaya melayani, dan tentu saja yang berkaitan dengan apa, misalnya hal-hal yang kecil tapi mungkin itu nanti urusan, apa…restoran, kebersihan toiletnya. Ini tidak mudah. Ini pekerjaan besar, ini pekerjaan besar.