Menuju konten

Peninjauan Proyek Pertanian dan Peternakan

Presiden RI:
Ini baru semuanya, yang pertama di sini kita ingin organik. Ya, sehingga tadi saya nyoba jeruk, segar banget rasanya karena ya memang udaranya cocok, tanahnya cocok. Memang ini baru nyoba belum banyak. Enggak tahu jeruk berapa hektare Pak Bupati?

Bupati Humbang Hasundutan:
Di sini baru 100 hektare di Humbang ini.

Presiden RI:
Baru 100 hektare. Itu tahun 2016. Kemudian bawang putih tahun kemarin 2018 baru dicoba ternyata hasilnya juga bawang putihnya ada wanginya karena organik. Kemudian cabenya juga sama, kelihatan segar tapi pedas. Ini saya kira hanya tanahnya kurang karena memang masih dikuasai oleh konsesi.

Nah ini nanti yang mau saya ambil. Nih, saya berikan ke bupati, ke gubernur, untuk dibesarkan. Karena untuk peralatan juga sudah kita kompletin, mau traktor, mau excavator, itu dari Menteri Pertanian sudah diberikan. Sekarang bagaimana membesarkan setelah nyobanya entah ada 100 hektare, 50 hektare, bawang putih sudah berhasil, besarkan.

Kita harapkan paling tidak bawang putih misalnya, tidak usah untuk suplai nasional, tapi untuk suplai Provinsi Sumatera Utara saja itu sudah bagus banget mengurangi impor banyak sekali.

Saya kira proses-proses seperti ini diperlukan, rakyat diberi contoh, petani diberi contoh, sehingga cara mengembangkannya gampang. Kemudian sapi, ini sapi baru berapa minggu ini datang? Baru tiga hari datang ini tadi. Ini juga diajari Menteri Pertanian. Ini baru tiga. Biar coba, tapi tadi ditanya sapinya katanya senang. Oke berarti tambah lagi.

Karena dari sapi, dari kerbau, nanti kotorannya, air kencingnya bisa dipakai untuk pupuk. Jadi arahnya organik itu seperti itu.

Wartawan:
Tanah yang dari konsesi berapa hektare yang mau diambil alih rencana?

Presiden RI:
Enggak tahu, tapi totalnya di kawasan Danau Toba ini mungkin 148.000 hektare. Nanti kita ambil sebagian untuk kawasan wisata dihijaukan kembali, sebagian untuk pertanian. Ya.

Wartawan:
Untuk sapinya impor dari Belgia?

Bupati Humbang Hasundutan:
Bukan. Ini embrionya dari Belgia.

Presiden RI:
Ya berarti dari Belgia juga, tapi bukan impor. Bukan.

Wartawan:
Mungkin enggak dikawinkan dengan sapi lokal gitu Pak?

Presiden RI:
Ya nanti itu pekerjaannya Pak Bupati.

Wartawan:
Pak, untuk percontohan seperti di sini untuk di tempat lain kira-kira bagaimana?

Presiden RI:
Ya satu-satu dulu lah. Satu ini dibenerin, digedein dulu, nanti betul-betul produktif, betul-betul bisa menjadi contoh. Tinggal copy ke tempat lain gampang. Sekarang di Humbang Hasundutan mungkin dikembangin lagi di Karo, dikembangin lagi di Tapanuli Utara kembangin lagi, di Tobasa, yang kira-kira udaranya mirip di sini.

Saya lihat juga tadi sayurnya itu, kalau hubungannya nanti dengan pariwisata, sayurannya enggak usah ke mana-mana. Sayur, daging, buah, suplai sendiri saja dari petani sekitar.

Wartawan:
Terima kasih Pak.