Menuju konten

Peninjauan Stan UMKM Karya Kreatif Indonesia 2019

Wartawan:
Pak, bagaimana tadi meninjau UMKM?

Presiden RI:
Saya melihat produk-produk UKM-UKM yang didampingi, dikawal, dan dibina oleh Bank Indonesia ini saya melihat ada lompatan dari sisi kualitas. Baik kualitas kemasan packaging, kualitas membangun brand-nya saya lihat bagus, kemudian desain berubah sangat drastis sekali dan mulai dimasukkan ke marketplace, ke digital, yang nanti kalau sudah ketemu semuanya, bukan hanya marketplace di Indonesia, tetapi dikoneksikan ke global marketplace.

Saya kira cara-cara yang dilakukan oleh BI ini sangat bagus. Diseleksi, yang saya lihat ada seleksi. Ada yang mengkuratori, dikurator. Memang prosesnya seperti itu sehingga ketemu produk-produk yang premium dan kualitasnya tinggi dan ya dijual harga berapapun orang akan senang.

Wartawan:
Percepatan infrastruktur digital sendiri, untuk koneksi internet seperti apa?

Presiden RI:
Paling tidak kita tahu di seluruh Tanah Air sekarang ini sudah tersambungkan semuanya. Memang belum secepat yang kita inginkan. Tapi paling tidak seluruh Tanah Air sudah tersambung semua.

Wartawan:
UMKM mau go international, pasarnya seperti apa?

Presiden RI:
Sebetulnya pasar-pasar tertentu itu masih banyak peluang. Jadi jangan masuk ke yang produk massal, yang mass product. Itu bersaing kita kalah dengan negara-negara yang sudah memproduksi secara massal. Yang benar ya seperti ini, produk-produk handicraft yang penuh dengan keterampilan tangan, handmade, kekuatan kita ada di situ. Coba dilihat produk-produk yang ada di sini, semua kelihatan kelasnya. Masuknya di situ. Misalnya UKM kita masuknya ke produk-produk massal, ya kalah kita dengan barang-barang dari negara lain. Ada banyak peluang yang bisa dimasuki tetapi itu adalah niche yang kecil, tertentu. Tapi kalau dalam pasar global kan gede banget juga.

Wartawan:
Kemarin partai-partai sudah menyebut, minta 10 atau 9, gimana?

Presiden RI:
Ya enggak apa, mau minta 10, 11, 9 kan enggak apa. Wong minta aja.

Wartawan:
Sudah mengantongi nama?

Presiden RI:
Oh sudah.

Wartawan:
Berapa komposisi?

Presiden RI:
Ya kira-kira 60:40 atau 50:50. Kira-kira itu.

Wartawan:
Blueprint kabinet ada di Pak Jokowi?

Presiden RI:
Sudah.

Wartawan:
Diumumkan kapan?

Presiden RI:
Secepatnya.

Wartawan:
Menteri yang sekarang ada yang bertahan juga pak?

Presiden RI:
Banyak. Ya nanti dilihat lah, nanti kalau keluar kan dilihat.

Wartawan:
Menteri muda dari politik atau profesional?

Presiden RI:
Saya minta dari partai juga ada yang muda. Ada yang dari profesional juga. Kalau enggak ada dari partai ya kita cari sendiri dari profesional. Profesional muda sekarang kan banyak banget.

Wartawan:
Ada menteri yang terseret kasus hukum. Mereka masuk kabinet lagi?

Presiden RI:
Ya nanti dilihat, semua hal mesti kita pertimbangkan.

Wartawan:
Rekomendasi amnesti Baiq Nuril?

Presiden RI:
Belum sampai meja saya.

Wartawan:
Ada rencana pertemuan?

Presiden RI:
Belum sampai meja saya. Begitu masuk meja saya, ada rekomendasi-rekomendasi dari kementerian terkait, saya putuskan. Secepatnya akan saya selesaikan, secepatnya.