Menuju konten

Peninjauan Taman Laut Nasional Bunaken

Wartawan:
Pak, tadi melihat-lihat Taman Nasional Bunaken?

Presiden RI:
Kita ingin melihat lapangan ada sebuah potensi-potensi yang bagus, yang untuk di, apa, dipakai untuk pariwisata tapi memang ini adalah area konservasi yang juga harus hati-hati. Ya, tadi sudah saya sampaikan ke Menko, ke Menteri PU agar ada pembenahan di sini, muka dan beberapa fasilitas misalnya untuk melihat bawah laut tadi. Kapalnya mungkin dari, apa, dari Menteri Perhubungan juga akan ditambah. Saya kira ini apa, potensi yang sangat baik tapi memang harus dirawat, dijaga jangan sampai, apa, sampah plastik masuk ke sini. Kita lihat sekarang, dulu banyak, sekarang tadi saya lihat sudah (bersih) karena rutin dari pemerintah daerah selalu membersihkan sampah-sampah lautnya.

Wartawan:
Pak, untuk kepentingan pariwisata nanti, apa yang akan diperbaiki di lokasi?

Presiden RI:
Nah, tadi saya sampaikan, ini mau dibuat perencanaan dulu untuk membuat klaster-klaster sehingga penduduknya di sebelah mana jelas, tempat wisatanya di mana jelas, area konservasinya di mana jelas, sehingga batas-batasan itu yang paling penting segera direncanakan sehingga menjadi tidak nanti, berkembang seperti yang kita lihat ini. Jadi betul-betul terdesain sejak awal mumpung belum ramai. Kalau sudah ramai, sulit kita mengendalikan. Jadi klasternya betul-betul diatur, tadi sudah saya perintahkan. Kemudian fisiknya nanti akan dibenahi, jadi begitu masuk di sini itu, ada sebuah muka, orang datang itu wow, gitu lo.

Wartawan:
Bisa dijadikan sebagai tempat wisata andalan Pak, untuk di Sulut?

Presiden RI:
Ya, saya kira di sini kan, andalannya kalau Sulut di sini nanti plus yang di Likupang, satu lagi yang di Bitung di mana, Lembeh. Tiga itu saya kira menjadi sebuah kekuatan fisik, ya.

Wartawan:
Targetnya kapan, Pak untuk membenahi, target?

Presiden RI:
Mulai langsung ini, mulai, mulai langsung. Tahun ini udah mulai. Tahun depan kita harapkan udah selesai. Ini yang kejar-kejaran. Ya, pusat, pusat semua. Ini kejar-kejaran ini. Kita ini dikejar oleh turis yang ingin masuk tapi runway-nya kurang panjang, terminal airport-nya kurang gede gitu lo, kemudian produknya banyak yang harus disiapkan. Ini kan kejar-kejaran, jangan sampai ditinggal oleh konsumen, nah gitu lo. Yang kita kejar, kenapa kita ke lapangan? Ya kita ingin mengejar itu. Kalau apa, biasa-biasa saja kita mungkin enggak tapi ini ada keadaan luar biasa yang turis ingin masuk tetapi kita harus nyiapin, ya.

Wartawan:
Pak, untuk pembenahan Bunaken kapan, Pak?

Presiden RI:
Tahun depan, tahun depan. Semuanya airport tahun depan, runway tahun depan, yang Likupang tahun depan yang di apa itu, Bitung, Lembeh, itu juga kita harapkan tahun depan sudah mulai yang jembatannya, yang ini tahun ini, tahun depan selesai, insyaallah selesai, ya. Termasuk beberapa tempat tadi malam yang kita lihat itu di pinggir pantai itu ada pembenahan nanti, apa, plaza pantai tapi yang di Kota Manado yang sebelah, tadi malam sudah kita lihat juga sudah, ya.

Wartawan:
Kalau untuk, untuk semua tempat wisata ini, seperti apa sih, model perencanaannya? Bapak sudah rapatkah dengan menteri-menteri tadi malam?

Presiden RI:
Sudah, sudah, sudah. Ya, itu tadi, ketemunya yang tadi saya sampaikan, udah ketemu semua. Tapi yang paling anu, nanti masih ada lagi mungkin sebelum kita naik ke Jakarta, ada sekali lagi untuk masalah tata ruang, kita akan rapatkan sekali lagi tata ruang, udah. Nanti setelah itu udah rampung.

Wartawan:
Artinya tata ruang untuk wilayah pariwisata Sulawesi Utara?

Presiden RI:
Ya, ya, ya, untuk kota, untuk wilayah pariwisata, dua-duanya. Untuk kota, untuk wilayah pariwisata juga, ya. Selesai ini rampung, kita akan pindah mungkin dua minggu lagi kita akan lihat di Labuan Bajo. Keadaannya sama, saya sudah diinfo banyak sekali. Ke lapangan, rapatin lagi, diputuskan lagi biar jalan, ya. Artinya anggaran yang kita gunakan ini harus memberikan dampak pertumbuhan ekonomi, dampak ekonomi kepada masyarakat. Kita mulai ke sana, jadi infrastruktur itu betul-betul memberikan dampak terhadap investasi, dampak terhadap pertumbuhan ekonomi, dampak kepada masyarakat, ya.