Menuju konten

Peninjauan Tano Ponggol

Presiden RI:
Jadi, sudah tiga hari ini kita sudah kunjungi, enggak tahu sudah berapa titik. Hampir semua titik yang ada di kawasan Danau Toba ini, baik yang ada di Tapanuli Utara, baik yang setelah ini, di Humbang Hasundutan, di Simalungun, kemudian di Tobasa, dan ini di Samosir. Dan tadi sudah saya cek juga jalan keliling di Pulau Samosir sudah selesai, tinggal 21 kilometer. Tahun ini rampung.

Kemudian tadi juga pagi, desa adat, desa ulos, semuanya juga akan direhab total. Pasarnya, pasar suvenir, kemudian pasar yang di sini juga akan dikerjakan tahun ini dan tahun depan. Moga-moga nanti selesai semuanya. Termasuk dua dermaga pelabuhan akan diselesaikan semuanya sehingga kapalnya nanti juga akan dibelikan lagi, ditambah. Dermaganya semua selesai, setelah itu akan kita promosikan, akan marketing-i secara besar-besaran Danau Toba.

Wartawan:
Kapan efektifnya marketing itu?

Presiden RI:
Setelah selesai, artinya insyaallah tahun depan. Meskipun sekarang sudah mulai, tapi besar-besarannya mungkin mulai tahun depan setelah produknya ini betul-betul selesai. Produknya ya itu tadi, desa adat, desa ulos, pasarnya, pasar suvenir, semuanya, jalannya siap, dermaganya siap, termasuk ini terusan Tano Ponggol ini selesai. Ini pekerjaan besar, dilebarkan berapa tadi? Lebar 80 meter sehingga nanti kapal itu bisa muter Pulau Samosir.

Wartawan:
Jadi infrastruktur jalannya dulu atau lokasi wisata dulu?

Presiden RI:
Paralel, dikerjakan dua-duanya. Bersama-sama. Kita sudah enggak ada waktu.

Wartawan:
Ada upaya juga untuk mendorong Geopark Kaldera sebagai anggota UNESCO?

Presiden RI:
Ya itu yang tugasnya nanti Pak Gubernur, Pak Bupati, termasuk juga nanti di kementerian.

Wartawan:
Pak Presiden, terkait lingkungan Pak Presiden. Bahwa di Samosir ini banyak pengusaha hutan dan juga KJA (Keramba Jaring Apung) yang membuat wisatawan gatal-gatal mandi dan sebagaimana lain-lainnya, bagaimana tindakannya Pak Presiden?

Presiden RI:
Termasuk itu akan kita selesaikan. Sudah ada expert-nya, khusus untuk urusan air yang gatal. Sudah ada. Kemudian yang kedua, masalah hutan akan kita ambil, kemudian kita tanami lagi.

Wartawan:
Terima kasih Pak Presiden. Kemudian nanti apakah KJA akan ditutup atau bagaimana, perusahaan-perusahaan itu Pak, apakah ada rencana penutupan?

Presiden RI:
Nanti dilihat. Ini expert-nya kalau sudah kajiannya komplit, tapi yang jelas itu akan dicarikan solusi. Syukur enggak ditutup. Kalau ditutup ya itu memang kalau enggak ada solusi.

Wartawan:
Dalam 3 hari kunjungan ini, potensi paling besar di Danau Toba apa saja Pak?

Presiden RI:
Semuanya, semuanya, semuanya. Memang belum, produknya sekali lagi belum dikemas, belum diberi story, mestinya ada cerita. Kemudian juga termasuk SDM-nya, SMK-SMK di sini beberapa nanti akan kita switch, kita rubah ke SMK pariwisata. Ini paralel semuanya. Enggak bisa hanya produknya, SDM-nya enggak. Atau hanya SDM dan produknya tapi lingkungannya, hutannya enggak dikembalikan lagi. Enggak bisa.

Wartawan:
Kebakaran yang sering terjadi di Indonesia apa langkah-langkah sudah ada yang dilakukan?

Presiden RI:
Sudah, sudah tiga hari yang lalu saya sudah telepon BNPB, Panglima, Kapolri, untuk segera diselesaikan. Saya kira itu. Di Riau, di Palangkaraya.

Wartawan:
Ada tambahan pesawat khusus?

Presiden RI:
Enggak, enggak. Ini saya kira masih bisa diatasi dengan helikopter.

Wartawan:
Bagaimana kesannya Pak, setelah mengunjungi kampung ulos di Hutaraja kemarin?

Presiden RI:
Ya, itu nanti juga yang akan kita perbaiki, kampung ulos, kampung adat semuanya diperbaiki. Nanti dilihat akhir tahun depan. Insyaallah dilihat perubahannya akhir tahun depan.

Wartawan:
Terima kasih Pak.