Menuju konten

Perayaan Hari Ulang Tahun Ke-8 Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Tahun 2019

Assalamualaikum Warahmatulah Wabarakatuh,
Selamat malam,
Salam sejahtera bagi kita semuanya,
Om Swastiastu,
Namo Buddhaya,
Salam Kebajikan.

Yang saya hormati, yang saya cintai, yang saya sayangi, Ketua Umum Partai Nasdem, Bapak Surya Paloh beserta seluruh jajaran pengurus dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote yang malam hari ini hadir.

Yang saya hormati, Bapak Wakil Presiden Republik Indonesia, Bapak K.H. Ma’ruf Amin;
Yang saya hormati, yang kita sayangi Bersama, Presiden ke-5 Republik Indonesia, Ibu Hj. Megawati Soekarnoputri;
Yang saya hormati, Bapak Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia, Bapak H. Muhammad Jusuf Kalla;
Yang saya hormati, Ketua dan Pimpinan Lembaga-Lembaga Negara, Ketua DPR RI, Ketua MPR RI, Ketua DPD RI;
Yang saya hormati, ketua-ketua partai yang hadir pada malam hari ini, yang tidak bisa saya sebut satu per satu;
Bapak/Ibu sekalian, seluruh kader Nasdem, keluarga besar Partai Nasdem, yang saya hormati, yang saya banggakan;

Hadirin dan undangan yang berbahagia,
Apa yang tadi disampaikan oleh Bang Surya Paloh benar semuanya. Benar semuanya, enggak ada yang salah. Tetapi yang paling penting, yang pertama, sebelum saya lupa, saya ingin mengucapkan selamat ulang tahun terlebih dahulu kepada seluruh keluarga besar Partai Nasdem, selamat ulang tahun yang ke-8. Dan juga saya ingin mengucapkan selamat kepada Bapak Surya Paloh yang secara aklamasi telah dipilih kembali dalam Kongres II Partai Nasdem untuk menjadi Ketua Umum lagi.

Dan patut kita syukuri bersama, patut kita syukuri bersama, bahwa penambahan kursi terbanyak itu ada di Partai Nasdem. Yang sering kita lupa untuk bersyukur karena mendapatkan tambahan 23 kursi, ini terbanyak di antara partai-partai yang lain. Yang kedua, juga tambahan pemilihnya juga nomor 1. 4,2 juta pemilih tambahan, dari 8 juta ke 12 juta. Ini juga patut kita syukuri. Dan saya sendiri juga ingin mensyukuri, konsistensi Partai Nasdem mendukung Jokowi-JK dan Jokowi-Ma’ruf Amin.

Urusan rangkulan, Bang Surya dan Pak Sohibul Iman, itu hanya masalah kecemburuan. Masalah kecemburuan karena saya memang tidak pernah dirangkul seerat itu. Tetapi sehabis saya menyampaikan sambutan, saya akan, saya peluk erat Bang Surya, lebih erat dari beliau memeluk Pak Sohibul Iman.

Rangkulan itu apa yang salah? Itu bagus. Tapi sekali lagi juga semua itu kembali pada niatnya. Kalau niatnya itu untuk komitmen kenegaraan, apa yang salah? Kalau rangkulan itu untuk komitmen kebangsaan, apa yg keliru? Sangat bagus sekali apa yang dicontohkan oleh Bang Surya. Apa yang salah? Apa yang keliru? Kalau rangkulan itu untuk komitmen persaudaraan, untuk komitmen kerukunan, untuk komitmen persatuan kita sebagai saudara, sebangsa, dan se-Tanah Air, apa yang keliru? Apa yg salah? Itu bagus sekali. Benar, ndak? Betul, ndak? Dan biasa. Candaan seorang sahabat yang sudah dekat seperti itu, biasa. Kalau saya yang ngomong seperti itu, biasa. Jangan ditanggapi ke sana, ke sini. Ada yang curiga, ada yang sinisme, ada yang enggak percaya. Apanya yang salah? Apalagi tadi sudah disampaikan juga oleh Bang Surya, betapa sayangnya Bang Surya kepada Ibu Megawati. Coba, sahabat sejati saya yang paling saya sayangi, Ibu Megawati Soekarnoputri, beliau sampaikan. Jadi, salah besar kalau ada yang menyampaikan, koalisi ini sudah tidak rukun, keliru gede sekali. Kita rukun-rukun saja. Enggak ada.

Ya kalau pas Bu Mega enggak nyalami Bang Surya, itu kelewatan saja. Wong saya ini kalau pas nyalami, kadang-kadang tangan saya sudah ke sini, ada dua yang kelewatan juga sering, kok. Jangan dipermasalahkan hal-hal yang kecil seperti itu. Negara ini membutuhkan pemikiran-pemikiran besar, membutuhkan ide-ide besar, membutuhkan gagasan-gagasan besar, gagasan untuk memakmurkan, gagasan untuk menyejahterakan, gagasan untuk memberikan keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia. Jangan hal-hal yang kecil dibawa ke mana-mana.

Tadi sore, Pak Sekjen Nasdem bisik-bisik ke saya, “Pak, nanti malam datang, to?” lo, lo, lo, ini meragukan saya. Saya jawab tadi Pak Sekjen, “Pak Johnny Plate, jangan meragukan saya, Pak. Saya akan datang tepat waktu” Saya sampaikan saat itu.

Ini yang ditulis di sini terlalu serius. Padahal sebetulnya saya juga ingin banyak titip mengenai tekanan eksternal dalam kondisi ekonomi global yang sekarang ini memang betul-betul sangat sulit, dihadapi semua negara. Tidak terkecuali negara kita, Indonesia. Sudah bolak-balik saya sampaikan, sudah banyak negara yang sudah masuk ke dalam posisi resesi dan juga negara-negara yang menuju kepada resesi. Kita ini patut kita syukuri, alhamdulillah masih berada di posisi pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen. Jangan kufur nikmat. Harus kita syukuri, alhamdulillah bahwa kita masih diberikan pertumbuhan ekonomi di atas lima. Yang lain dulu 7, sudah masuk ke minus. Yang dulu 5, sudah masuk ke hampir 0 persen, banyak. Yang dulu 9, sudah masuk ke 6. Kita ini masih bertahan meskipun tekanan eksternal itu betul-betul sangat berat.

Oleh sebab itu, ini agak serius, saya mengajak kita semua untuk bersama-sama melihat betapa berpuluh tahun kita menghadapi yang namanya defisit neraca transaksi berjalan, defisit neraca perdagangan yang tidak bisa kita tangani secara baik. Saya sudah sampaikan pada menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju bahwa urusan impor, urusan ekspor harus kita lihat secara detail, secara rinci biar penyakitnya bisa kita diagnosa secara detail. Saya meyakini, apabila ada konsistensi yang terus-menerus saya yakin penyakit ini akan bisa kita selesaikan dalam waktu 3 sampai 4 tahun yang akan datang. Impor minyak, kurangi. Produksi minyak di dalam negeri, tingkatkan. Refinery, bangun. Produksi B20, B30, sampai nanti akhirnya B100, jalankan.

Jangan sekali-sekali ada yang main-main dengan yang tadi saya sampaikan baru saja. Saya sampaikan, saya tidak mau impar-impor terus. Dan sekali lagi, saya sampaikan ini di mana-mana, di dalam rapat internal juga. Jangan ada yang coba-coba menghalangi saya dalam menyelesaikan masalah yang tadi saya sampaikan. Pasti akan saya gigit, dengan cara saya.

Kemudian juga, nanti juga mohon agar diberikan dukungan dalam kita akan melakukan omnibus law untuk undang-undang (UU) cipta lapangan kerja yang berkaitan dengan investasi. Ada 70 UU yang nanti akan kita mintakan revisi menjadi 1 UU saja. Ini memang belum pernah terjadi di Republik kita, tapi ini akan kita lakukan. Sehingga kecepatan kita bertindak, kecepatan kita dalam memutuskan itu betul-betul akan didukung apabila UU yang satu ini nanti bisa kita selesaikan.

Dan terakhir, terima kasih atas seluruh dukungan yang telah diberikan oleh Partai Nasdem selama ini terhadap pemerintah maupun terhadap saya pribadi. Terima kasih.

Saya tutup.

Wassalamualaikum Warahmatulah Wabarakatuh.