Menuju konten

Peresmian Jembatan Youtefa

Selamat sore,
Shalom,
Assalamualaikum Warahmatulah Wabarakatuh,
Om Swastiastu,
Salam kebajikan.

Yang saya hormati para Menteri Kabinet Kerja,
Yang saya hormati Gubernur, Wali Kota, seluruh Bupati yang hadir beserta ibu,
Yang saya hormati Panglima TNI, Kepala BIN, Pak Kapolri, Kepala Badan Siber,
Hadirin tamu undangan yang berbahagia, seluruh tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh-tokoh agama di tanah Papua.

Hari ini saya senang bisa meresmikan Jembatan Youtefa bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda. Sumpah Pemuda adalah tonggak penting dalam perjalanan bangsa kita. Ketika itu tanggal 28 Oktober 1928 para pemuda dan pemudi dari seluruh nusantara menyatakan sumpahnya yaitu: Bertumpah darah satu, tanah Indonesia. Berbangsa satu, bangsa Indonesia. Menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Jembatan ini juga menjadi tonggak sejarah di Tanah Papua, bukan hanya simbol penting yang menyatukan kita sebagai bangsa, sebagai saudara sebangsa dan setanah air, tapi juga simbol pentingnya sumpah kemajuan untuk membangun Tanah Papua.

Tanah Papua harus maju seperti daerah-daerah lain di Indonesia. Papua adalah surga kecil yang jatuh ke bumi, itu adalah hal yang saya lihat setiap kali saya berkunjung ke Tanah Papua. Kalau tidak keliru hitung, saya sudah 13 kali hadir di Tanah Papua.

Karena itu sudah menjadi tugas kita bersama untuk menjaga, untuk merawat, untuk memajukan Tanah Papua ini. Itulah mengapa di periode kedua saya dan Pak Ma’ruf Amin, kunjungan kerja pertama yang saya lakukan setelah dilantik adalah mengunjungi Tanah Papua. Semua itu saya lakukan untuk memastikan sendiri, untuk memastikan sendiri bahwa Tanah Papua dibangun dan tidak dilupakan dalam kemajuan Indonesia yang kita cintai ini.

Hadirin sekalian yang saya hormati,
Selama pemerintahan saya yang pertama, saya sudah berkeliling Indonesia, masuk ke pedalaman-pedalaman khususnya di wilayah Indonesia bagian timur. Dari situlah terlihat ada ketimpangan infrastruktur antara wilayah bagian barat, tengah, dan timur yang belum tersentuh oleh pembangunan yang ini kalau kita biarkan akan menyulitkan kita untuk bersatu sebagai sebuah bangsa besar.

Karena itu, saya selalu mendorong pembangunan infrastruktur khususnya di wilayah Indonesia bagian timur untuk dipercepat. Dan tentu saja nanti paralel dengan pembangunan sumber daya manusia yang juga ingin kita kerjakan. Tujuannya adalah selain menghadirkan manfaat secara nyata bagi rakyat juga untuk mempersatukan bangsa kita, membangun konektivitas, membangun hubungan antarpulau, provinsi, kota dan kabupaten.

Semua infrastruktur perhubungan termasuk jembatan akan membuat pergerakan barang dan pergerakan manusia menjadi cepat dan lebih lancar, sehingga rakyat akan mendapatkan harga-harga barang, harga-harga jasa yang jauh lebih murah. Ujungnya,  mempersatukan masyarakat karena ada interaksi dan komunikasi yang lancar antarmasyarakat kita.

Begitu juga halnya dengan jembatan Youtefa yang akan kita resmikan sekarang ini. Jembatan yang telah dibangun selama empat tahun dan menghabiskan anggaran biaya Rp1,8 triliun. Ini kalau dimiliarkan Rp1.800 miliar, silakan kalau mau menghitung. Yang terdiri dari tiga bagian, bagian pertama jalan akses sepanjang 9.950 meter, bagian kedua jalan pendekat sepanjang 320 meter, dan bagian ketiga jembatan pendekat sisi Holtekamp sepanjang 900 meter, dan bentang utama jembatan sepanjang 433 meter.

Hadir sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan kepadatan penduduk di Kota Jayapura sehingga kawasan Kota Jayapura dapat dikembangkan ke arah perbatasan di Skouw, dan mempersingkat waktu tempuh sekitar 70 menit dari Kota Jayapura menuju Distrik Muara Tami dan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Skouw.

Saya juga mendapat laporan bahwa Jembatan Youtefa ini telah menjadi landmark, telah menjadi ikon baru Papua, yang akan menjadi sarana pendukung dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) di tahun 2020 yang akan diselenggarakan di Papua seperti cabang olahraga dayung dan ski air. Ini sebuah hal yang baik karena menunjukkan bahwa sebuah jembatan memiliki banyak fungsi bagi masyarakat dan mempunyai multiplier effect yang menguntungkan masyarakat.

Saya harap masyarakat Jayapura bersama-sama dengan pemerintah daerah bersungguh-sungguh menjaga Jembatan Youtefa ini, dijaga kebersihannya, dijaga keamanannya, dipercantik dengan lampu dan taman-taman yang menarik, karena sekarang Jembatan Youtefa sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat Jayapura, tidak bisa terpisahkan dari masyarakat Papua.

Terakhir, saya minta agar Pemerintah Provinsi Papua, Pemerintah Kota Jayapura benar-benar memanfaatkan dengan baik keberadaan Jembatan Youtefa ini untuk mengembangkan potensi wisata, wisata bahari yang ada di teluk Youtefa sehingga semakin banyak wisatawan yang berkunjung ke Tanah Papua. Jadikan Jembatan Youtefa ini sebagai momentum untuk Papua bangkit maju, yang melahirkan kemajuan-kemajuan, melahirkan pemuda-pemuda Papua yang berprestasi dan memiliki daya saing di kancah global.

Saya sangat menghargai tadi apa yang telah direncanakan, itu adalah sebuah rencana besar. Papua Muda Inspiratif yang segera akan kita bangun bersama-sama nantinya yaitu sebuah Papua Youth Creative Hub yang kita harapkan nanti akan muncul unicorn-unicorn baru dari Indonesia bagian timur, khususnya Tanah Papua, dan muncul decacorn-decacorn dari sini, sehingga betul-betul kemajuan anak-anak muda yang ada di Tanah Papua betul-betul terwadahi di dalam creative hub yang segera kita bangun ini.

Saya rasa itu yang bisa saya sampaikan pada kesempatan yang baik ini. Dan dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, dengan nama Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, saya resmikan Jembatan Youtefa.

Terima kasih.

Wassalamualaikum Warahmatulah Wabarakatuh,
Semoga Tuhan memberkati kita semuanya.