Menuju konten

Pertemuan dengan Bapak Prabowo Subianto

Presiden RI:
Bismillahirrahamanirrahim,
Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh,

Seluruh rakyat Indonesia yang saya cintai, pertemuan saya dengan Bapak Prabowo Subianto pada pagi hari ini adalah pertemuan seorang sahabat, pertemuan seorang kawan, pertemuan seorang saudara yang sebetulnya ini sudah kita rencanakan lama tetapi Pak Prabowo juga sibuk, sering mondar-mandir, ke luar negeri. Saya pun juga begitu, perga-pergi dari Jakarta ke daerah dan ada juga yang keluar, sehingga pertemuan yang telah lama kita rencanakan itu belum bisa terlaksana dan alhamdulillah pada pagi hari ini kita bisa bertemu dan mencoba MRT karena saya tahu Pak Prabowo belum pernah coba MRT.

Yang kedua, setelah kontestasi kompetisi di Pilpres, kita tahu kompetisi di Pilpres adalah kompetisi yang harus ngomong apa adanya, kompetisi yang sangat keras, baik di antara kami atau maupun di antara pendukung. Oleh sebab itu, setelah Pilpres, usai silaturahmi antara saya dengan Bapak Prabowo Subianto bisa kita lakukan pada pagi hari ini. Alhamdulillah, sekali lagi sebagai sahabat, sebagai kawan, sebagai saudara. Saya sangat berterimakasih atas pengaturan sehingga kami bisa bertemu dengan Bapak Prabowo Subianto.

Dan kita juga berharap agar para pendukung juga melakukan hal yang sama karena kita adalah saudara sebangsa dan setanah air. Tidak ada lagi yang namanya 01, tidak ada lagi yang namanya 02. Tidak ada lagi yang namanya “cebong”. Tidak ada lagi yang namanya “kampret”. Yang ada adalah Garuda, Garuda Pancasila.

Marilah kita rajut, kita gerakkan kembali persatuan kita sebagai sebuah bangsa karena kompetisi global, kompetisi antar negara sekarang ini semakin ketat sehingga memerlukan sebuah kebersamaan dalam memajukan negara ini, dalam membangun negara yang kita cintai ini.

Saya rasa itu sedikit yang bisa saya sampaikan, terima kasih.

Wassalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.

Prabowo Subianto:
Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.
Salam sejahtera bagi kita sekalian,
Shalom,
Om swastiastu,

Yang saya hormati Bapak Joko Widodo, Presiden Republik Indonesia.

Saudara-saudara sekalian sebangsa dan setanah air.
Hari ini sebagaimana saudara saksikan saya dan Pak Joko Widodo bertemu di atas MRT. Ini juga gagasan beliau. Beliau tahu bahwa saya belum pernah naik MRT, jadi saya terima kasih, Pak. Saya naik MRT, luar biasa. Ya, kita bangga bahwa Indonesia akhirnya punya MRT yang bisa membantu kepentingan rakyat.

Walaupun pertemuan ini seolah-olah tidak formal tetapi saya kira memiliki suatu dimensi dan arti yang sangat penting. Ada yang bertanya “Kenapa Pak Prabowo belum ucapkan selamat atas ditetapkannya Pak Jokowi sebagai Presiden Republik Indonesia untuk 2019-2024?” Saya katakan, “Saya ini bagaimana pun ada ewuh-pekewuh, ada toto-kromo. Jadi kalau ucapan selamat maunya langsung tatap muka. Jadi saya ucapkan selamat Pak. Jadi jangan sedikit-sedikit.

Jadi Saudara-saudara, tadi dikatakan beliau bahwa kita bersahabat dan kita berkawan. Memang kenyataannya seperti itu. Jadi kalau kita kadang-kadang bersaing, kadang-kadang saling mengkritik, itu tuntutan politik, itu tuntutan demokrasi. Tetapi sesudah berkompetisi, sesudah bertarung dengan keras, kadang-kadang, tetapi kita tetap dalam kerangka keluarga besar Republik Indonesia. Kita sama-sama anak bangsa. Kita sama-sama patriot. Kita sama-sama ingin berbuat terbaik untuk rakyat dan bangsa Indonesia.

Jadi, saya mengerti banyak yang mungkin masih emosional. Kita mengerti banyak hal yang kita harus perbaiki, tapi intinya adalah saya berpendapat bahwa antara pemimpin kalau hubungannya baik, kita bisa saling ingatkan. Kalau beliau mau ketemu saya, ya saya juga akan manfaatkan untuk menyampaikan hal-hal demi kebaikan bersama. Jadi saya ucapkan selamat bekerja. Inilah demokrasi Pak, kita disuruh-suruh ini. Saya juga ucapkan selamat tambah rambut putih Pak.

Saudara-saudara, menjadi Presiden itu adalah mengabdi. Jadi masalah yang beliau pikul besar. Kami siap membantu kalau diperlukan, Pak, untuk kepentingan rakyat. Tapi kalau kami, juga minta maaf Pak, kalau kita mengkritisi bapak sekali-sekali. Karena demokrasi juga butuh check and balances.

Sekian dari saya, ya. OK.

Presiden RI:
Saya kira sudah jelas dan gamblang semuanya. Saya tidak ada pertanyaan yang masih mengganjal ya. Sudah jelas semuanya apa yang saya sampaikan, apa yang sudah disampaikan oleh Bapak Prabowo Subianto. Apa masih ada yang bertanya?

Wartawan:
Pak, kenapa MRT?

Presiden RI:
Sebetulnya pertemuan di manapun itu bisa. Di MRT bisa. Mau di rumahnya Pak Prabowo bisa, di Istana bisa. Tapi kami sepakat untuk memilih MRT.

Wartawan:
Apakah Gerindra akan bergabung dengan koalisi pemerintah?

Presiden RI:
Mengenai pembahasan koalisi saya harus ngomong apa adanya.
Saya harus juga merundingkan, mendiskusikan dengan sahabat-sahabat saya di Koalisi Indonesia Kerja. Ya, saya kira Pak Prabowo pun juga melakukan hal yang sama. Dengan relawan juga akan saya diskusikan mengenai ini.

Wartawan:
Hari ini Pak Jokowi dan Pak Prabowo sudah kompak berbaju putih, bagaimana menekankan atau menyampaikannya ke rakyat?

Presiden RI:
Ya, saya kira kalau sudah melihat para pemimpinnya sudah bergandengan mestinya pendukungnya semua sudah selesai dan bergandengan semua, sudah.

Prabowo Subianto:
Ya, jadi saudara-saudara. Saya sangat setuju. Sudah lah, enggak ada “cebong-cebong”, enggak ada “kampret-kampret”. Semuanya merah putih.