Menuju konten

Pertemuan dengan Masyarakat Kabupaten Pegunungan Arfak, Provinsi Papua Barat

Presiden RI:
Terima kasih Pak Bupati, Selamat pagi semuanya.

Mejireso, jicemo, bitejo.
Majires, ronemeno, jicem nzap ijo, raha,

Pada siang hari ini, saya betul-betul merasa sangat berbahagia sekali, bisa hadir di Kabupaten Pegunungan Arfak. Bisa berjumpa langsung dengan Bapak/Ibu dan saudara-saudara sekalian. Saya sangat bahagia, sangat senang, sangat terharu sekali.

Tadi sudah disampaikan oleh Pak Bupati kepada saya, Pak Gubernur, mengenai yang pertama: Jalan antara Manokwari dan Pegunungan Arfak, yang tadi Pak Bupati menyampaikan, minta segera diselesaikan dan diaspal. Akan segera kita selesaikan. Agar apa? Agar barang-barang pertanian, produk-produk pertanian, yang berasal dari Pegunungan Arfak, bisa dijual di Manokwari.

Pak Bupati, di sini ada apa, sih, produk pertanian? Wortel ada?

Bupati Kab. Pegunungan Arfak:
Wortel ada.

Presiden RI:
Wortel bisa dibawa ke Manokwari. Apalagi?

Bupati Kab. Pegunungan Arfak:
Kentang ada.

Presiden RI:
Kentang bisa dibawa ke Manokwari. Apa?

Bupati Kab. Pegunungan Arfak:
Kol ada.

Presiden RI:
Kol juga bisa dibawa dari Pegunungan Arfak ke Manokwari. Apalagi?

Bupati Kab. Pegunungan Arfak:
Daun bawang ada. Bawang.

Presiden RI:
Bawang juga ada?

Bupati Kab. Pegunungan Arfak:
Bawang Putih dan Bawang Merah juga ada.

Presiden RI:
Bawang Putih dan Bawang Merah ada, bisa dibawa dari Arfak ke Manokwari.

Bupati Kab. Pegunungan Arfak:
Pariwisata ada, potensi pariwisatanya.

Presiden RI:
Dan juga pariwisata. Agar orang bisa berdatangan, berbondong-bondong dari Manokwari dan provinsi lain, dari seluruh Tanah Air melihat keindahan Danau Anggi  yang ada di Pegunungan Arfak. Tadi saya sudah lihat dari atas, itu sangat indahnya danau itu.

Yang kedua, yang berkaitan dengan airport, dengan bandara. Beri waktu saya dua tahun, untuk menyelesaikan airport yang ada di sini. Sehingga semuanya terbuka. Masyarakat di sini bisa pergi, ke mana pun. Dan airport adalah sebuah sarana transportasi yang sangat penting bagi penduduk yang ada di sini untuk bisa lebih maju ke depan.

Tadi juga disampaikan banyak, dari Pak Bupati, mengenai rumah sakit, mengenai puskesmas, pasar, semuanya diminta oleh Pak Bupati. Saya akan berikan, tetapi mohon waktu, jangan setahun, paling tidak 2-3 tahun. Ya.

K2, ya. Tadi juga sudah, K2. Sudah dicatat Pak Mendagri. K2, Pak Mendagri. Ini Pak Menteri Dalam Negeri juga hadir, jadi nanti yang urus K2.

Bupati Kab. Pegunungan Arfak:
Kita ada pemekaran kampung, Pak. Kampung baru sudah diproses dan diharapkan Bapak Menteri Dalam Negeri segera keluarkan dana kampungnya, karena masyarakat di sini bukan sebut dana desa, ini mereka sebut dana Jokowi. Jadi segera dimekarkan kampungnya.

Presiden RI:
Ya, nanti biar Pak Mendagri tindak lanjuti yang tadi disampaikan oleh Pak Bupati.

Bupati Kab. Pegunungan Arfak:
Ada pemekaran distrik dan kabupaten.

Presiden RI:
Nanti, distriknya dulu, kabupatennya nanti dulu. Jangan semuanya diminta, semuanya. Ya. Satu-satu saya selesaikan. Nanti kita lihat lagi, dua tahun, saya evaluasi. Nanti, kalau masih ada yang perlu diselesaikan, nanti akan kita kerjakan.

Saya rasa itu yang bisa saya sampaikan pada kesempatan yang baik ini. Betul-betul saya merasa bahagia, berada di antara Bapak/Ibu dan saudara-saudara sekalian. Di Pegunungan Arfak ini. Salam semuanya untuk yang tidak bisa hadir di lapangan ini.

Sekali lagi, sampaikan rasa cinta saya kepada seluruh masyarakat, seluruh keluarga yang ada di Pegunungan Arfak.

Terima kasih.

Selamat pagi.
Makadasem deito, idemiyam hanyenbu.