Menuju konten

Rapat Terbatas Mengenai Akselerasi Penguatan Ekonomi Sektor Pertanian Dan Perikanan

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Yang saya hormati Bapak Wakil Presiden, Bapak/Ibu Menteri dan Kepala Lembaga yang hadir. 

Rapat terbatas siang hari ini akan dibahas akselerasi penguatan ekonomi di sektor pertanian dan perikanan. Saya melihat sektor perikanan, pertanian adalah sektor yang sangat penting dan sangat strategis karena sektor ini bukan hanya menjadi penyedia bahan pangan bagi 260 juta lebih penduduk Indonesia, tapi juga karena mampu menampung tenaga kerja yang besar dan memiliki kontribusi besar dalam peningkatan kesejahteraan rakyat dan menekan angka kemiskinan. Karena itu, harus ada langkah-langkah terobosan agar kedua sektor ini tumbuh lebih pesat lagi dan menjadi motor penggerak ekonomi kita. Saya memiliki 3 catatan yang perlu mendapatkan perhatian bersama: 

Yang pertama. Selama ini perhatian kita hanya fokus kepada upaya peningkatan produksi pertanian dan perikanan di on farm, kita tidak pernah menyentuh out farm-nya, terutama pascaproduksi. Petani dan nelayan perlu keluar dari aktivitas on farm menuju ke out farm dengan memberikan nilai tambah aktivitas usaha tani dan perikanannya melalui pengolahan produk pertanian dan perikanan maupun pengembangan usaha berbasis pertanian dan perikanan.

Yang kedua. Untuk masuk ke out farm, para petani dan nelayan perlu skema pembiayaan dan juga mendapatkan pendampingan. Dari sisi pembiayaan, kita sudah memiliki skema KUR (kredit usaha rakyat) yang plafon anggarannya untuk tahun 2020 akan menjadi Rp190 triliun dengan bunga hanya 6 persen. Saya sudah perintahkan KUR agar didesain dengan skema-skema khusus per klaster sehingga bisa sesuai dengan kebutuhan grace period produksi klaster pertanian maupun perikanan. Tapi pembiayaan harus diikuti dengan pendampingan-pendampingan, baik dalam pengelolaan keuangan, membuat kemasan yang baik, packaging yang baik, branding yang baik, dan juga marketing yang baik.

Yang ketiga. Kita harus mulai mendorong usaha mikro, usaha kecil, usaha menengah. Kita, petani kita, nelayan kita yang selama ini bergerak dalam skala ekonomi kecil-kecil untuk bergabung, berkolaborasi dalam kelompok-kelompok atau dalam korporasi besar sehingga memiliki nilai economic scale yang besar atau skala ekonomi yang besar sehingga dalam korporasi nanti, petani dan nelayan bisa lebih efektif dalam mendapatkan bahan baku, mengakses modal kerja dan investasi, dan melakukan upaya untuk memasarkan produk mereka agar bisa masuk ke supply chain nasional maupun global.

Saya rasa itu yang bisa saya sampaikan dalam pengantar ini. Waktu saya berikan ke Menko Perekonomian.

(Rapat Terbatas dilanjutkan secara tertutup)