Menuju konten

Rapat Terbatas Mengenai Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan

Assalamualaikum Warahmatulah Wabarakatuh,

Yang saya hormati Menko dan para menteri, Panlima TNI, Kapolri, Kepala BNPB.

Yang saya hormati Gubernur, seluruh Bupati dan Wali Kota yang hadir, Pangdam, Kapolda.

Saya hanya ingin mengingatkan kita semuanya, di rapat bulan Juli tanggal 15, pada saat itu di Istana sudah saya ingatkan bahwa pencegahan di dalam penanggulangan kebakaran lahan dan hutan itu adalah mutlak harus dilakukan. Karena kalau yang terjadi sudah kejadian kebakaran apalagi di lahan gambut, pengalaman bertahun-tahun kita sudah mengalaminya. Sangat sulit menyelesaikan.

Kita tahu gubernur memiliki perangkat-perangkat sampai ke bawah: bupati, wali kota, camat, kepala desa. Pangdam juga punya perangkat dari danrem, dandim, sampai koramil, bhabinsa, semuanya ada. Kapolda juga punya perangkat dari kapolres, kapolsek, sampai bhabinkamtibmas. Semuanya ada. Belum yang di BNPB. Belum kita punya di Kehutanan. Kita memiliki semuanya.

Tapi perangkat-perangkat ini tidak diaktifkan secara baik. Kalau infrastruktur ini diaktifkan secara baik, saya yakin yang namanya satu titik api sudah pasti ketahuan dulu sebelum sampai menjadi ratusan titik api. Dan itu sudah saya ingatkan berkali-kali mengenai ini, yang kita hadapi ini bukan hutan tapi lahan gambut, hutan gambut. Kalau yang namanya sudah terbakar habis berapa juta liter pun masih sulit dipadamkan.

Hari Jumat yang lalu saya juga sudah perintah kepada Panglima, kepada Kepala BNPB untuk dilakukan hujan buatan. Saya kira sudah dikerjakan dan hari ini juga kita harapkan nanti besok dilakukan hal yang sama dalam jumlah yang lebih besar. Pasukan pun juga sudah kita tambahkan. Saya perintahkan hari Jumat untuk ditambah ke sini.

Tetapi sekali lagi, kalau tidak ada dukungan dari pemerintah daerah, ini adalah pekerjaan besar yang akan sulit diselesaikan. Pengalaman kita tahun-tahun sebelumnya seperti itu. Jadi kuncinya ada di pencegahan. Jangan sampai ada titik api satu pun muncul dan dibiarkan.

Dan Provinsi Riau telah dinyatakan status siaga darurat. Luas lahan yang terbakar juga sudah mencapai puluhan ribu hektare. Jangan sampai ini mengganggu aktivitas penerbangan sehingga berimbas pada pertumbuhan ekonomi, aktivitas ekonomi yang ada di Provinsi Riau. Ini yang tidak kita harapkan.

Yang kedua, saya minta juga aparat penegak hukum bertindak tegas baik kepada perusahaan maupun pada perorangan.

Dan yang ketiga, lakukan pencegahan agar tidak merembet ke lokasi-lokasi yang lain baik di gambut maupun di hutan, maupun apalagi sudah masuk ke wilayah pemukiman.

Saya rasa itu sebagai pengantar yang bisa saya sampaikan pada malam hari ini.

Saya minta laporan singkat-singkat saja karena kita tahu setiap tahun kita sebetulnya sudah enggak perlu lagi yang namanya rapat seperti ini. Otomatis, bahwa yang namanya menjelang musim kemarau itu semuanya memang harus sudah siap. Sebetulnya hanya itu saja. Tapi ini kita lalai lagi sehingga asapnya menjadi membesar.

Saya persilakan Pak Menko, pendek-pendek saja. Saya kira saya tidak perlu banyak laporan tapi tindakan di lapangan yang saya perlukan dan menyelesaikan masalah yang ada.