Menuju konten

Rapat Terbatas Mengenai Percepatan Pengembangan Destinasi Borobudur

Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamualaikum Warahmatulah Wabarakatuh.

Yang saya hormati Pak Menko, para Menteri, Bapak Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Gubernur Provinsi Jawa Tengah, para Bupati yang hadir,

Bapak/Ibu sekalian,
Rapat Terbatas pada pagi hari ini khusus kita akan membicarakan mengenai percepatan pengembangan destinasi Borobudur.

Sebelumnya saya ingin menegaskan lagi bahwa di tengah gejolak ekonomi global, sektor pariwisata bisa menjadi motor peningkatan devisa, menciptakan multiplier effect, serta mendorong laju pertumbuhan ekonomi baik nasional maupun daerah.

Karena itu pengembangan empat destinasi wisata yang sudah beberapa kali saya sampaikan Danau Toba, Mandalika di NTB, Labuan Bajo di NTT, dan Borobudur harus terus dipercepat. Dan ini juga berkaitan dengan nanti 2020 selesainya Bandara Internasional Yogyakarta yang kita harapkan nanti pada bulan Maret 2020 telah bisa digunakan secara penuh.

Selain juga akan dilanjutkan pembangunan akses jalan dari Kulonprogo ke Borobudur untuk memperpendek waktu tempuh dari airport menuju ke Borobudur. Ini banyak alternatif, dan kemarin juga dari Pak Gubernur Jawa Tengah, ada usulan juga dari Pak Bupati Purworejo. Saya kira masukan-masukan yang ada sangat-sangat baik dan nantinya segera akan kita putuskan setelah studi lapangannya selesai.

Setelah konektivitas kita rampungkan, saya juga minta tata ruang, tata kelola, manajemen semuanya segera dibenahi. Rencana induk kemudian rencana detail pengembangan kawasan pariwisata Borobudur juga harus segera diselesaikan dan harus segera ditetapkan. Begitu juga pengaturan tata ruang dan penentuan zona-zona pembangunan pariwisata harus segera disepakati. Kita atur bersama dan kita kendalikan.

Saya melihat progres di lapangan menurut saya masih belum cepat, masih lambat. Saya juga minta dipercepat soal kelembagaan tata kelola di kawasan pariwisata Borobudur. Ini saya lihat juga masih belum cepat. Dan beberapa pengembangan-pengembangan fisik seperti tadi pagi yang sudah kita lihat, saya kira masih sangat banyak hal yang perlu dikerjakan di kawasan sekitar Candi Borobudur.

Saya akan melihat progres A sampai Z sehinggga setiap 3 bulan akan saya tagih kinerjanya. Dan untuk pengembangan kawasan Mandalika yang telah dipegang ITDC. Dan ini ITDC bertanggungjawab mulai perencanaan infrastruktur pendukung, penataan kawasan, kebersihan toilet, penyediaan ruang-ruang untuk UMKM, termasuk limbahnya.

Kemarin kita lihat juga Labuan Bajo, saya juga optimis nanti akhir tahun 2020 juga akan selesai. Tetapi seluruh kementerian yang terkait agar memberikan dukungan penuh, urusan yang berkaitan dengan lahan atau tanah misalnya. Urusan yang berkaitan dengan penghijauan kembali di kawasan itu, terutama di Toba, Labuan Bajo, di Mandalika, ini sangat penting sekali. Dan kita harapkan betul-betul di akhir 2020, produk ini betul-betul siap untuk dipromosikan secara besar-besaran. Dan juga kita harapkan infrastruktur pendukung, baik airport, jalan menuju ke tempat-tempat yang kita telah dan akan kembangkan ini betul-betul bisa memberikan dukungan yang baik.

Saya rasa itu yang bisa saya sampaikan. Saya kira sangat jelas siapa penanggungjawabnya dan kerjanya betul-betul akan kita ukur dari bulan ke bulan.

Saya persilakan Pak Menko kalau ingin menyampaikan kemudian para Menteri dan Gubernur, Bupati silakan kalau ada.

(rapat terbatas dilanjutkan secara tertutup)