Menuju konten

Rapat Terbatas Mengenai Program Penguatan Neraca Perdagangan

Assalamualaikum Warahmatulah Wabarakatuh,

Yang saya hormati, Bapak Wakil Presiden, Bapak/Ibu Menteri, dan Ketua Lembaga.

Rapat terbatas siang hari ini akan kita bahas mengenai penguatan neraca perdagangan. Memang fokus kita ke depan adalah bagaimana bisa menekan sekecil mungkin, mengurangi sebanyak mungkin angka defisit yang ada dan pada saat bersamaan, kita bisa memperbesar surplus neraca perdagangan kita dengan menggenjot ekspor dan juga pengembangan sektor pariwisata yang mendatangkan devisa.

Dalam menekan defisit, saya mengingatkan lagi agar para menteri untuk konsentrasi pada langkah-langkah terobosan untuk mengurangi angka impor kita. Baik itu impor BBM (bahan bakar minyak) yang menjadi penyumbang defisit terbesar. Oleh sebab itu, pembangunan kilang harus menjadi prioritas dan lifting produksi minyak di dalam negeri juga harus terus kita tingkatkan. Termasuk di dalamnya adalah pengolahan energi baru terbarukan, seperti B20 untuk segera bisa masuk ke B30 lalu B100 sehingga dapat mengurangi ketergantungan kita pada impor BBM.

Investasi yang dilakukan di sektor industri subsititusi impor juga harus terus dibuka lebar sehingga barang-barang substitusi impor ini bisa mengganti produk-produk impor yang selama ini kita lakukan. Termasuk pengembangan industri pengolahan yang ini bukan hanya menciptakan lapangan kerja tapi juga memastikan bahwa produk-produk yang dibutuhkan di dalam negeri dan juga diekspor, bisa kita produksi di dalam negeri.

Saya juga ingin mengingatkan mengenai kandungan TKDN (tingkat komponen dalam negeri) pada proyek-proyek pemerintah. Ini mungkin sudah beberapa bulan tidak saya singgung. Tapi sekali lagi, optimalisasi kandungan TKDN harus kita optimalkan pada proyek-proyek pemerintah.

Yang kedua, yang berkaitan dengan peningkatan ekspor, saya minta ini fokus. Yang pertama, mengenai penyelesaian perjanjian perdagangan. Saya kemarin sudah perintahkan, Pak Menteri Perdagangan untuk secara khusus menugaskan wamen (wakil menteri), di Ibu Menteri Luar Negeri juga menugaskan khusus wamen agar perjanjian perdagangan dengan negara-negara potensial yang menjadi tujuan ekspor kita, segera bisa kita selesaikan.

Yang kedua, juga peningkatan ekspor pada pasar-pasar nontradisional yang selama ini belum kita perhatikan terutama di Afrika, di Asia Selatan, dan juga di kawasan-kawasan Indo Pasifik. Yang ketiga, yang berkaitan dengan ekspor yaitu promosi. Pembenahan promosi, pameran-pameran ke luar negeri ini sudah bolak-balik saya sampaikan. Baik promosi produk-produk ekspor maupun promosi pariwisata dan investasi agar betul-betul kuat membangun sebuah brand image yang baik dan terintegrasi sehingga betul-betul pameran yang kita lakukan bisa mendatangkan manfaat.

Sekali lagi, kalau mau pameran itu yang gede sekalian. Saya ingatkan yang dulu-dulu, pameran hanya menghabiskan anggaran, pameran di sebuah expo besar tetapi stan kita ada di dekat toilet, jangan diulang lagi, sudah, itu setop. Lebih baik enggak usah pameran kalau yang ada seperti itu. Kalau mau pameran ya yang gede sekalian, disiapkan setahun sebelumnya secara baik hingga saat pameran betul-betul akan menguatkan brand image Indonesia terhadap, baik pembeli maupun wisatawan yang ingin datang ke negara kita.

Yang terakhir, saya minta juga penguatan sumber daya manusia secara besar-besaran dalam memperkuat ekspansi dan ekspor di sektor jasa. Jangan lupa kita punya unicorn, punya decacorn yang sudah merambah ke luar negeri.

Saya rasa itu sebagai pengantar yang bisa saya sampaikan pada kesempatan yang baik ini. Saya silakan Pak Menko Ekonomi.

(Rapat Terbatas dilanjutkan secara tertutup)