Menuju konten

Rapat Terbatas Soal Kunjungan Kerja ke Manado dan Baiq Nuril

Wartawan:
Tadi di dalam ratas?

Presiden RI:
Ya ini menyelesaikan persoalan-persoalan lapangan yang ada sehingga Gubernur, Bupati, Wali kota memiliki keberanian untuk memutuskan. Saya berikan contoh, urusan tata ruang, nah, agar ini bisa dipercepat sehingga investasi yang datang itu bisa langsung bisa memulai konstruksinya, hal-hal seperti itu. Jadi tadi saya sampaikan juga mengenai penataan beberapa kawasan seperti apa. Ada ini pekerjaan daerah, ini pekerjaan provinsi, ini pekerjaan pusat, semuanya kita bagi, ya. Saya kira kalau kita ketemu dengan cara bekerja yang terintegrasi pusat, provinsi, kabupaten, kota itu akan, akan jelas dan lebih enak. Hasilnya lebih, akan lebih gampang dilihat, ya.

Wartawan:
Tadi lebih pada pembagian tata ruang Pak, ya?

Presiden RI:
Ya, antara lain. Banyak, banyak, banyak, banyak, banyak. Tapi, apa, contohnya itu, ya.

Wartawan:
Pak, soal lain, Pak. Soal Ibu Baiq Nuril?

Presiden RI:
Saya, saya tidak ingin mengomentari apa yang sudah diputuskan oleh Mahkamah ya, karena itu pada domain, wilayahnya yudikatif. Nah, nanti kalau sudah masuk ke saya, menjadi wilayah kewenangan saya, ya akan saya gunakan kewenangan yang saya miliki. Dan saya akan, apa, bicarakan dulu dengan Menteri Hukum dan HAM, nanti dengan, biasanya dengan Jaksa Agung dan Menko Polhukam untuk menentukan apakah amnesti, apakah yang lainnya, ya. Tapi perhatian saya sejak awal kasus ini tidak berkurang, ya. Tapi kita harus, ya sekali lagi, kita harus menghormati keputusan yang sudah dilakukan oleh Mahkamah. Itu bukan pada wilayah eksekutif, ya.

Wartawan:
Tapi boleh mengajukan amnesti kan, Pak?

Presiden RI:
Apanya?

Wartawan:
Silakan mengajukan (amnesti)?

Presiden RI:
Secepatnya.