Menuju konten

Upacara Pemakaman Bapak Prof. Dr. Ing. Bacharuddin Jusuf Habibie

Bismillahirrahmanirrahim.

Assalamualaikum Warahmatulah Wabarakatuh,
Selamat siang,
Salam sejahtera bagi kita semuanya,
Om Swastiastu,
Namo Buddhaya,
Salam kebajikan.

Yang saya hormati Keluarga Besar Almarhum Presiden ke-3 Republik Indonesia, Bapak Bacharuddin Jusuf Habibie,

Yang saya hormati Ketua dan Wakil Ketua Lembaga-lembaga Negara, para Menteri Kabinet Kerja,

Hadirin dan undangan beserta segenap rakyat Indonesia di manapun Saudara-saudara berada.

Innalillahi wa inna ilaihi rojiun,
Innalillahi wa inna ilaihi rojiun,
Innalillahi wa inna ilaihi rojiun.

Dengan penuh rasa dukacita yang mendalam, pada hari ini kita semua seluruh rakyat Indonesia berkabung atas wafatnya Presiden ke-3 Republik Indonesia, Bapak Prof. Bacharuddin Jusuf Habibie. Beliau adalah seorang negarawan sejati. Seorang inspirator. Seorang ilmuwan yang meyakini bahwa tanpa cinta kecerdasan itu berbahaya. Ilmu pengetahuan, iman, dan takwa harus bersatu.

Beliau adalah suri teladan bagi seluruh anak bangsa. Sungguh Indonesia telah kehilangan salah satu putra terbaiknya. Kita hadir di sini, di Taman Makam Pahlawan Kalibata untuk memberikan penghormatan terakhir kepada beliau. Sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan negara dan pemerintah atas jasa, darmabakti, serta pengabdian Almarhum kepada negara dan bangsa, serta kepada ilmu pengetahuan semasa hidupnya.

Hadirin sekalian yang saya hormati,
Almarhum lahir di Parepare, Sulawesi Selatan, pada tanggal 25 Juni 1936. Terlihat dari kisah perjalanan beliau bahwa almarhum sejak muda sudah menjadi tokoh yang visioner. Di masa mudanya, Almarhum tidak hanya berpikir dirinya sendiri tapi sudah memikirkan tentang bangsa Indonesia. Almarhum tidak hanya berpikir tentang apa yang terjadi di Indonesia saat ini, tidak hanya berpikir tentang apa yang akan terjadi pada Indonesia untuk satu atau dua tahun mendatang tapi Almarhum sudah berpikir dan bekerja untuk membangun masa depan Indonesia lima puluh tahun ke depan, untuk seratus tahun ke depan, untuk Indonesia bisa lepas landas menjadi Indonesia maju.

Dari visi Beliau lah lahir industri-industri strategis di Indonesia. Dari dedikasi beliau yang berbasiskan riset dan teknologi, pesawat Gatot Kaca mengudara pertama kali pada saat Peringatan 50 Tahun Kemerdekaan Indonesia. Sebuah peristiwa bersejarah yang tertanam dalam benak banyak rakyat Indonesia, menginspirasi kita untuk percaya diri, menginspirasi anak-anak muda untuk bangkit dan belajar, untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang berdiri sejajar dengan negara-negara besar di dunia.

Kita juga tidak akan pernah lupa jasa Beliau ketika menjadi Presiden Republik Indonesia yang saat itu Almarhum dengan cepat telah meletakkan serta menguatkan fondasi demokrasi Indonesia yang kita semua turut menikmati sekarang ini. Bahkan di masa senjanya, Almarhum tanpa kenal lelah terus mengingatkan kita semua untuk menjadi manusia-manusia terbaik bagi Indonesia, menjadi manusia-manusia yang selalu berhati Indonesia. Beliau terus mengingatkan pentingnya sumber daya manusia, SDM Indonesia, untuk diisi dan dikuatkan dengan agama, dengan ilmu pengetahuan, dan dengan kebudayaan.

Maka pada acara yang khidmat ini, saya mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk mengucapkan terima kasih dan memberikan penghormatan yang tinggi atas darmabakti Almarhum kepada bangsa dan negara. Saya mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk mendoakan Almarhum, semoga Almarhum diterima dan diberikan tempat yang terbaik di sisi Allah Swt. dan husnul khatimah sesuai dengan amal ibadah, perjuangan, dan pengabdiannya kepada bangsa dan negara.

Kepada keluarga Almarhum yang ditinggalkan, semoga Allah Swt. senantiasa memberikan ketabahan dan kesabaran serta menerima kepergian Almarhum dengan ikhlas dan tawakal.

Akhirnya dengan memohon rida Allah Swt. marilah kita lepas kepergian Bapak Bacharuddin Jusuf Habibie menghadap Allah dengan tenang, dengan diiringi doa semoga Allah Swt. berkenan menerima amal ibadah Almarhum dan mengampuni segala khilaf dan salah Beliau.

Selamat jalan Mr. Crack. Selamat jalan Sang Pionir. Kami akan selalu ingat pesanmu, “Jangan terlalu banyak diskusi, jangan cengeng, tetapi terjunkan diri ke proses nilai tambah secara konsisten, pasti Indonesia akan terkemuka di Asia Tenggara dan di dunia.”

Terima kasih.

Wassalamualaikum Warahmatulah Wabarakatuh,
Om Shanti Shanti Shanti Om,
Namo Buddhaya.